SEDEKAH

sedekah 2

sedekah

Ummul mukminin, Aisyah ra., suatu saat pernah mendapatkan hadiah berupa dua kantong harta berisi masing-masing 100 ribu dirham (total berarti 200 ribu dirham). Sebagaimana diketahui satu dirham syar’I hari ini setara kira kira rp. 70 ribu rupiah. Artinya Aisyah ra. Saat itu mendapatkan uang kira kira rp. 14 miliar (200 ribu x 70 ribu) mendapatkan uang sebanyak itu aisyah tidak lantas bergembira dan bersukacita, lalu menyimpannya atau mengahabiskannya. Sesaat setelah meneria hadiahuang itu, ia malah segera membagi-bagikan uang sebanyak itu kepada fakir miskin. Hanya dalam tempo beberapa jam saja. Sejak pagi hingga sore, uang sebanyak rp. 14 miliar rupiah itu ludes disedekahkan semuanya. Tak ada satu dirham pun tersisa bagi dirinya. Padahal  hari itu aisyah ra. Sedang berpuasa dan ia tidak tahu kalau hari itu ia tidak ;memiliki makanan untuk berbuka keuali amat sedikit. Saat uang itu habis dibagikan menjelang magrib, aisyah ra. Berkata kepada pembantuya, “coba engkau bawakan makanan untuk saya berbuka.”

Tak lama pembantunya segera membawakan sepotong roti kering dan sedikit minyak zaitun.

“adakah makanan yang lebih baik daripada ini? Tanya aisyah ra.

“andai tadi engkau menyisakan satu dirham saja, tentu kita dapat membeli sekerat daging.”jawab pembantunya.

“mengapa engkau beru mangatakan itu sekarang? Andai saja tadi engkau meminta, tentu saya akan member kamu satu dirham.” Kata aisyah ra. (al kandahlawi, fadha-il A’mal hlm 679)

Demikianlah sepeninggal baginda Rasulullah saw dlam posisinya sebagai ummul mukminin, aisyah ra. Sering mendapatkan hadiah seperti ini. Diantaranya dari Muawiyyah ra., Abdullah bin umar ra., zubair ra. Dan para sahabat lainnya. Apalagi saat itu kaum muslim sering mendapat kan harta yang banyak (ghanimah) karena seringnya mereka meraih kemenangan dalam sejumlah peperangan. Walaupun banyakkaum muslim saat itu yang memiliki banyak harta, dan sebagiannya banyak dihadiahan kepada ummulmukminin  aisyah ra., aisyah ra. Tetap hidup sederhana.

Dalam kisah lain sebgaimana dituturkan oleh urwah ra., aisyah ra. Pernah menyedeahkan harta sebanyak 70 riu dirham (kira kira setara 4,9 miliar) . sementara saat itu beliau mengenakan pakaian yang amat sederhana bahkan tertambal.

sedekah 2

Pada saat lain aisyah ra. Sedang berpuasa . selain sepotong roti , pada hari itu tak ada makanan di rumahnya untuk berbuka, tiba tiba datanglah seorang laki laki miskin. Ia lalu meminta sedikit makanan kepada aisyah ra. Aisyah ra. Segera memerintahkan pembantunya untuk memberikan sepotong roti itu kepada lelaki miskin tersebut. Pembantunya berkata. “jika kitmemberikan roti ini kepada orang itu, berarti kita tidak memiliki makanan untuk berbuka.”

“biar saja.” Jawab aisyah ra. “berikan saja roti itu kepada dia.” Tegasnya lagi (al-Kandahlawi, Fadha-il A’mal. Hlm 679).

**

Sahabat, apa yang terlintas di benakkita saat kita membaca kisah nyata di atas? Perasaan apa yang ada dalam dada kita saat membaca kisah aisyah ra. –juga kisah-kisah teladan para sahabat ataupun shahabiyah yang serupa. Sesungguhnya bertaburan dalam catatan sirah dan sejarah mereka? Saya akan mencoba menduga-duganya

Pertama : yang ada pasti sikap takjub. Namun sebatas itu. Setelah itu kisah semacam ini akan berlalu begitu saja dari benak dan hati kita tanpa ada pengaruh sedikitpun ke dalam sikap dn tindaan ita. Infak kita tetap biasa saja. Sedekah kita tetap seperti semula. Hanya sisa-sisa dari pengeluaran untk memenuhi keperluan kita sehari-hari

Kedua: takjub.tetapi kemudian juga segera berapologi dalam membela diri. “ya. Memang keimanan kita jauh sekali dengan para sahabat nabi saw. Rasa rasanya susah kita bisa mencontoh keteladanan mereka.” Barangkali sedekah kitapun tak pernah meningkat: biasa biasa saja seperti semula meski mungkin penghasilan kita terus bertambah. Sebabnya, kita sendiri sudah menegaskan : sulit mencontoh para sahabat nabi saw.

Ketiga: kita takjub lalu merenng. Namun kita pun kemudian menimbang-nimbang saat berinfak. Pada akhirnya mungkin infak dan sedekah kita meningkat sedikit dari sebelumnya karena kita masih bisa beralasan. “ya. Kalau disedekahkan semuaya, gimana untuk memenuhi keperluan kita dan keluarga kita?” barangkali demikian komentar kebanyakan kita masih belum yakin dengan rejeki sebagai ketetapan dari  Allah Swt. Kebanyakan kita pun masih belum yakin dengan balasan yang berlipat ganda-di dunia dan akhirat- dari amalan sedekah dan infak di jalan Allah swt. Pada akhirnya, kisah kisah tentang dahsyatnya infak dan sedekah para sahabat nabi saw tetap sesuatu yang kecil pengaruhnya untuk menguatkan keyakinan sekaligus meledakkan semangat kita utuk melakukan hal yang sama.

Keempat: takjub dan terharu sekaligus. Akal dan kesadaran kita segera tergugah . perasaan kita segera bangkit untuk juga melakukan apa yang telah banyak dilakukan dan dicontohkan oleh para sahabat nabi saw. Dalam hal infak dan sedekah mereka. Tak berlama-lama, kita akan segera mengeluarkan sebagian besar-bukan sebagian kecil- hrta dan penghasilan kita untuk infak di jalan Allah swt dan sedekah bagi fakir miskin. Tak ada lagi waktu untuk menimbang-nimbang. Tak ada masanya lagi untuk berpikir ulang. Dasarnya hanyalah satu keyakinan. : rezeki tak akan berkurang karena sedekah. Sebaliknya sedekah pasti membawa berkah. Selain akan dibalas denan pahala yang berlipat ganda oleh Allah swt . pada akhirnya, kita tak ragu lagi untuk menolong agama Allah swt ini. Juga untuk berbagi dengan kaum dhuafa: tentu tanpa rasa takut jatuh miskin. Bahkan hidup sederhana kini menjadi obsesi kitala, sebagaimana yang telah secara gambling dicontohkan oleh umul mukminin aisyah ra. Diatas, juga para sahabat nabi saw yang lain, termasuk tentu saja sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah saw . menjadi kaya tak lagi menjadi orientasi utama. Menumpuk-numpuk harta tak lagi menjadi obsesi di dalam dada.

Dari keempat tipikal diatas, kita termasuk yang mana?

Wama tawfiqi illa billah wa’alayhi twakaltu wa ilayhi unib .(Arief B. Iskandar, Al-wa’ie, no 148 tahun xIII 1-31 desember 2012)

One thought on “SEDEKAH

  1. muhammadromin mengatakan:

    Reblogged this on muhammadromin and commented:
    keutaman bersedekah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s