GURU TRANSFORMER! GURU UNTUK PERUBAHAN SOSIAL

Ibrahim baru saja sampai ke semarang. Pekerjaan lamanya baru saja ditinggalkan. Sebagai seorang asisten pengawas sekolah di Deli, ia mendapatkan gaji yang lumayan. Namun kondisi sosial masyarakat di Deli membuatnya tidak tahan untuk betah dalam lpekerjaannya itu. Kini di semarang , ia ingin membuat sebuah sekolah yang ingin memanusiakan manusia. Disulapnya kantor Sarekat Islam (SI) cabang semarang menjadi sebuah sekolah. Sarekat Islam School namanya.

Di sekolah itu ia  membangun sebuah sistem pendidikan alternatif yang berhadap-hadapan dengan sistem pendidikan pemerintahan kolonial. Ia membentuk sebuah sistem pendidikan kerakyatan bersama para pejuang pendidikan masa itu, seperti Soewardi Surjaningrat dan KH. Ahmad Dahlan. Pemikiarannya salam bidang pendidikan ditunangkanya dalam buku SI-Semarang dan Onderwijs (SI-Semarang dan Pendidikan) yang diterbitkan tahun 1921.

Ibrahim tak hanya berhenti sampai disitu. Ia juga aktif dalam perjuangan-perjuangan untuk membebaskan masyarakat hindia belanda dari cengkraman kolonialisme dan imperialisme belanda. Tercatat dalam sejarah, Datuk Ibrahim Tan Malaka, pernah memimpin bebarapa pemogokan besar-besaran menentang kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial. Ia juga pernah memimpin sebuah patai politik. Dan ia juga pernah diusir dari hindia belanda oleh pemerintah kolonial. kemudian ia mengembara berkeliling Asia. Kelak Tan Malaka, nama beken ibrahim dinobatkan sebagai pahlawan kemerdekaan nasional lewat surat keplutusan presiden soekarno tertanggal 23 maret 1963.

Datuk ibrahim tan malaka adalah guru yang bergerak untuk perubahan sosial, ekonomi dan politik masyarakat pada masanya. Guru adalah profesi yang berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Perkembangan iptek ini tentu harus bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, seharusnyalah guru merasa terpanggil untuk menwujudkan masyarakat yang damai , adil dan sejahtera.

MEMBACA KETIMPANGAN SOSIAL.

Penjajahan memang sudah berlalu enam puluh tahun lalu. Masyarakat kita sudah tak lagi melihat bangsa kulit putih yang harus diperlakukan serba tarhormat. Atau orang belanda yang sedang memaki kaum inlander (pribumi). Namun masyarakat indonesia masih belum dapat melepaskan diri sepenuhnya dari kemiskinan dan ketidak adilan. Ketimpangan sosial masih membayang-bayangi rakyat indonesia. Dari pagi hingga larut malam masyarakat dapat melihat bagaimana kemiskinan dan ketidakadilan masih menjangkiti indonesia. Mulai dari berita korban lumlpur sidoarjo, persaingan elit-elit politik memperebutkan jabatan, hingga reality show untuk bertukar nasib jadi orang miskin.

Sejatinya, guru adalah manusia-manusia terdidik yang terbuka wawasan pikirannya. Mereka mempelajari konsep-konsep kemanusiaan yang ideal dalam ilmu pengetahuan. Namun, konsep-konsep kemanusian ideal itu telah dikhianati oleh ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Misalnya, dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan , fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun kenyataan berkata lain. Fakir miskin dan anak terlantar digusur oleh negara.

Begitulah konsep kemanusiaan ideal dan realitas tidak berjalan seiring dalam masyarakat indonesia , sedangkan pendidikan bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia yang ideal. Bahkan, lebih parah lagi jika pendidikan menjadikan manusianya jauh dari kemanusiaan. Hal inilah yang sebaiknya disadari seorang guru. Apakah proses pendidikan yang selama ini dijalankan sudah memanusiakan manusia?

GURU TRANSFORMER

Ternyata pendidikan sebuah bangsa tak lepas dari struktur masyarakatnya. Pendidikan adalah upaya  mewariskan nilai nilai sebuah masyarakat. Jika masyarakat penuh ketimpangan,  maka proses pendidikannya juga akan banyak ketimpangan. Oleh karena itu, seorang guru juga harus mengubah kondisi masyarakat di sekitarnya. Guru harus berperan dalam transformasi atau perubahan sosial.

Guru yang profesional setidaknya memiliki empat kompetensi, yaitu kemampuan pedagogik, kepribadian yang mantap, profesional, dan memiliki peran sosial. Tak berlebihan iranya jika guru menjadi agen transformasi sosial. Jadi guru tak sekedar mengajarkan teori-teori IPTEK, tapi juga mempraktekannya dalam upaya perubahan struktur masyarakat.

Sebenarnya guru mampu untuk melakukan transformasi sosial. Ada beberapa kelebihan guru yang tak dimiliki oleh profesi lainnya. Pertama masyarakat indonesia masih menghormati profesi guru sebagai profesi yang mulia. Ini merupakan modal sosial seorang guru untuk mempengaruhi masyarakat dan melakukan transformsi sosial. Kedua, guru masih dianggap memiliki ilmu pengetahuan yang lebih banyak dari pada masyarakt biasa. Dan, masyarakat tidak keberatan diajak untuk melakukan transformasi sosial karena mereka menganggap sang guru tak mungkin salah.

Modal sosial seorang guru menjadikannya sebagai agen perubahan sosial (agent of social change). oleh karena itu, seorang guru harus memulai perubahan sosial dilingkungannya. Perubahan sosial itu bisa terjadi di sekitar rumah, sekolah, pesantren, asrama, kelurahan, kecamatan hingga tingkat nasional. Isu-isu perubahan sosial yang diangkat bisa bermacam-macam. Mulai dari masalah moral, pendidikan, kemiskinan hingga kemandirian masyarakat dalam membangun daerah masing-masing.

Perubahan sosial menjadikan guru aktif terjun kedalam dinaminka masyarakatnya. Bahkan mengarahkan dinamika itu ke tujuan yang positif. Banayak ketidak adilan di masyarakat menunggu untuk ditunataskan oleh tokoh yang bersedia bergerak, berjuang dan berkorban. Dan tokoh itu tak lain adalah guru yang melakukan perubhaan sosial. dialah guru yang membebaskan masyarakat. dialah guru transformer. (ZAE/HMJ)

(cerdasin! 005;/Nov-Des/2010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s