<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Intansafitria&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://intansafitria.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://intansafitria.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jul 2011 04:16:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='intansafitria.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Intansafitria&#039;s Blog</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://intansafitria.wordpress.com/osd.xml" title="Intansafitria&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://intansafitria.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peduli Terhadap Sesama Muslim</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2011/07/04/peduli-terhadap-sesama-muslim/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2011/07/04/peduli-terhadap-sesama-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 04:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Banyak nash, baik dalam Alquran maupun al-Hadits, yang menegaskan bahwa sesama Muslim itu bersaudara. Allah SWT, misalnya, berfirman (yang artinya): Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara (TQS al-Hujurat [49]: 10). Baginda Rasulullah SAW pun antara lain bersabda, “Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya.” (HR al-Hakim). Persaudaraan sesama Muslim tentu tidak akan bermakna apa-apa jika masing-masing tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=192&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak nash, baik dalam Alquran maupun al-Hadits, yang menegaskan bahwa sesama Muslim itu bersaudara. Allah SWT, misalnya, berfirman (yang artinya): <em>Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara</em> (TQS al-Hujurat [49]: 10). Baginda Rasulullah SAW pun antara lain bersabda, <em>“Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya.”</em> (HR al-Hakim).</p>
<p>Persaudaraan sesama Muslim tentu tidak akan bermakna apa-apa jika masing-masing tidak memperhatikan hak dan kewajiban saudaranya, tidak saling peduli, tidak saling menutupi aibnya, tidak saling  menolong, dst. Baginda Rasulullah SAW memerintahkan hal demikian, sebagaimana sabdanya, <em>“Siapa saja yang meringankan  beban seorang Mukmin di dunia, Allah pasti akan meringankan bebannya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah pasti akan memberi dia kemudahan di dunia dan akhirat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim di dunia, Allah pasti akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah SWT selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”</em> (HR Muslim dan at-Tirmidizi).<span id="more-192"></span></p>
<p>Itulah penghargaan Allah SWT yang luar bisa kepada hamba-Nya yang peduli kepada sesamanya. Sebaliknya, Allah SWT menegur seorang Muslim yang tidak memedulikan sesamanya. Dalam hal ini, Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Baginda Rasululullah SAW pernah bersabda: <em>Sesungguhnya Allah SWT berkata pada Hari Kiamat nanti, “Wahai manusia, Aku pernah sakit. Mengapa engkau tidak menjenguk Aku.” Manusia menjawab,</em> <em>“Tuhanku, bagaimana aku menjenguk Engkau, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT berkata, “Bukankah engkau dulu tahu hamba-Ku si fulan pernah sakit di dunia, tetapi engkau tidak menjenguknya? Bukankah engkau pun tahu, andai engkau menjenguk dia, engkau akan mendapati diri-Ku di sisinya? Wahai manusia, Aku pernah meminta makan kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi Aku makan.” Manusia menjawab, “Tuhanku, bagaimana Aku memberi Engkau makan, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta makan kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi dia makan? Bukankah andai engkau memberi dia makan, engkau mendapati diri-Ku ada di situ?” Wahai manusia, Aku pernah meminta minum kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi Aku minum?” Manusia berkata, “Tuhanku, bagaimana aku memberi Engkau minum, sementara engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta makan kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi dia makan? Bukankah andai engkau memberi dia makan, engkau mendapati diri-Ku ada di situ?”</em> (HR Muslim).</p>
<p>Berkaitan dengan kepedulian kepada sesama Muslim, Baginda Rasulullah SAW juga pernah bersabda, sebagaimana penuturan Bara’ bin ‘Azib, <em>“Baginda Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kami tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk: menjenguk orang sakit; mengiringi jenazah (ke kuburan); mendoakan orang yang bersin; membenarkan sumpah; menolong orang yang terzalimi; memenuhi undangan; dan menebarkan salam</em>…” (HR al-Baihaqi).</p>
<p>Ditegaskan pula oleh Rasulullah SAW dalam hadits lain yang berbunyi, <em>“Hak Muslim atas Muslim yang lain ada lima: menjawab salam; mengunjungi orang sakit; mengiringi jenazah; memenuhi undangan; mendoakan orang yang bersin.”</em> (HR Ahmad).</p>
<p>Mengunjungi saudara sesama Muslim, termasuk menjenguknya saat sakit, merupakan salah satu amal terpuji. Dalam hal ini, Tsauban menuturkan bahwa Baginda  Rasulullah SAW pernah bersabda, <em>“Sesungguhnya seorang Muslim itu, jika mengunjungi saudaranya, berarti selama itu ia berada di taman surga.”</em> (HR Muslim).</p>
<p>Adapun Ali ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah  pernah bersabda, <em>“Tidaklah seorang Muslim mengunjungi Muslim yang lain pada pagi hari, kecuali seribu malaikat mendoakan dirinya hingga sore hari. Jika ia mengunjungi Muslim yang lain pada siang hari, seribu malaikat akan mendoakannya hingga pagi hari.”</em> (HR at-Tirmidzi).</p>
<p>Adapun tentang mendoakan orang yang bersin, sebagian menghukumi sunnah, dan sebagian lagi bahkan menghukumi wajib; tidak ada yang menghukumi mubah. Sebab, Rasulullah SAW pernah bersabda, <em>“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersin. Karena itu, jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah memuji Allah. Sesungguhnya hak Muslim atas Muslim lainnya, jika ia mendengarnya bersin, hendaklah menjawab (mendoakan)-nya.”</em> (HR al-Bukhari).</p>
<p>Sementara itu, terkait menerbarkan salam, Baginda Rasulullah SAW dalam hadits lain tegas memerintahkan, <em>“Sebarkanlah salam di antara kalian.”</em> (HR Muslim).</p>
<p>Di antara faedah menebarkan salam adalah: asma Allah menjadi tersebar; bisa menumbuhkan rasa cinta kepada sesama Muslim; menunjukkan pelakunya rendah hati dan tidak sombong; membuktikan pelakunya memiliki kesucian hati; mewujudkan rasa kasih sayang sesama Muslim (<em>Iqazh al-Afham fi Syarh Umadh al-Ahkam</em>, IV/51).</p>
<p>Semoga kita termasuk orang yang selalu memedulikan saudara sesama Muslim.</p>
<p><em>Wama tawfiqi illa billah.</em><em> </em><strong>[]</strong> <strong>abi</strong></p>
<p>source : www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=192&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2011/07/04/peduli-terhadap-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KHILAFAH: Kebutuhan Dunia, Tuntutan Keimanan dan Janji Agung Allah SWT</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2011/06/15/khilafah-kebutuhan-dunia-tuntutan-keimanan-dan-janji-agung-allah-swt/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2011/06/15/khilafah-kebutuhan-dunia-tuntutan-keimanan-dan-janji-agung-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 08:37:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[goVernment]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan islamm]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[TAUKAH KAMU??]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[[buletin Al Islam edisi 561] Secara obyektif dan faktual, umat manusia sangat membutuhkan hadirnya kembali Khilafah Islam sebagai jawaban atas kehancuran dunia akibat penerapan sistem kapitalis-sekular. Alasannya: Pertama, dunia kini membutuhkan sebuah sistem global yang mampu menciptakan kesejahteraan, keadilan dan persaudaraan global. Pasalnya, sistem global saat ini, yakni sistem dunia yang disangga oleh ideologi Kapitalisme-sekular, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=186&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>[buletin Al Islam edisi 561] </strong>Secara obyektif dan faktual, umat manusia sangat membutuhkan hadirnya kembali Khilafah Islam sebagai jawaban atas kehancuran dunia akibat penerapan sistem kapitalis-sekular. Alasannya: <em>Pertama,</em> dunia kini membutuhkan sebuah sistem global yang mampu menciptakan kesejahteraan, keadilan dan persaudaraan global. Pasalnya, sistem global saat ini, yakni sistem dunia yang disangga oleh ideologi Kapitalisme-sekular, telah terbukti berdampak buruk dan merusak bagi umat manusia dalam seluruh dimensi kehidupan.</p>
<p>Dari sisi ekonomi, Kapitalisme telah ‘berprestasi’ dalam menciptakan kesenjangan antara Dunia Ketiga dengan negara-negara maju, penduduk kota dengan desa, serta menumpuknya kekayaan pada segelintir orang. Kapitalisme menghasilkan dominasi si kaya atas si miskin. Kepitalisme telah membuat ekonomi dunia bagai balon yang sewaktu-waktu bisa meletus dan menimbulkan bencana.</p>
<p>Dari sisi politik, sistem pemerintahan demokrasi bukannya mewujudkan kesejahteraan, tapi justru menimbulkan problem sosial yang kompleks. Para pemilik modal berkolusi dengan penguasa/politisi menguasai hajat hidup masyarakat, perpolitikan sangat “beraroma uang”, korupsi, kolusi dan permainan uang menjadi penyakit akut yang mengancam hidup masyarakat. Kebebasan yang dipuja-puja ternyata juga hanya menghasilkan seks bebas, dekadensi moral, penggerusan akidah, keterasingan dan hancurnya keluarga.<span id="more-186"></span></p>
<p>Di bidang hukum, hukum positif buatan manusia membuat keadilan menjadi langka. Hukum positif buatan manusia itu juga menjadi wasilah korporasi raksasa untuk menjajah dan mengeruk kekayaan rakyat. Begitu seterusnya.</p>
<p>Berbeda dengan kenyataan dalam Khilafah Islam. Sistem ekonomi Islam yang anti riba, spekulasi, kezaliman dan kecurangan ternyata mampu memakmurkan kehidupan umat manusia. Penetapan syariah atas harta-harta tertentu sebagai milik umum yang harus dikelola oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, dan larangan privatisasi harta milik umum, telah membuka jalan selebar-lebarnya bagi Khilafah Islam untuk menyejahterakan rakyat. Sistem moneter yang berbasis emas dan perak juga terbukti mampu menciptakan kestabilan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Pelarangan spekulasi dan riba dalam transaksi ekonomi telah mendorong ekonomi riil berkembang pesat. Terjadilah mekanisme pasar yang adil, normal dan terkontrol. Kemakmuran dan kesejahteraan benar-benar mewujud secara riil, bukan sekadar hitungan angka-angka yang tak nyata. Begitu pula dalam berbagai bidang lainnya, sistem Islam atau syariah yang diterapkan Khilafah Islam jelas lebih unggul dibandingkan dengan hukum buatan manusia yang tidak pernah sempurna.</p>
<p><em>Kedua</em>, dunia saat ini membutuhkan sebuah sistem kenegaraan yang mampu menjadikan manusia hidup bersama-sama, saling mendukung, saling melengkapi dan berbagi satu sama lain dalam sebuah negara global. Sebaliknya, nasionalisme dengan <em>nation state </em>(negara bangsa)-nya saat ini jelas-jelas telah gagal menciptakan pola hubungan yang manusiawi. Nasionalisme menghasilkan negara yang hanya mementingkan dirinya sendiri dengan mengesampingkan bahkan mengorbankan pihak lain. Nasionalisme memunculkan rasialisme yang bersifat masal. Nasionalisme memecahbelah umat manusia, bahkan menutup tren dunia global yang saling menopang dan mendukung. Nasionalisme dengan <em>nation state-</em>nya juga telah memakan biaya ekonomi yang tidak perlu (biaya paspor dan visa, proteksi, dan lain sebagainya). Adanya kesenjangan ekonomi dunia juga diyakini sebagai bagian dari akibat penerapan model negara bangsa. Nasionalisme juga terbukti dijadikan alat oleh orang kafir untuk memecah-belah Dunia Islam -yang dulu pernah bersatu di bawah naungan Khilafah Islam-. Selain itu konsep negara-bangsa juga ditujukan untuk mempermudah proses imperialisasi Barat di Dunia Islam.</p>
<p>Jelaslah, dunia membutuhkan sistem global yang mampu menghimpun bangsa-bangsa untuk hidup bersama-sama, saling mendukung, saling berbagi satu sama lain dan saling membantu sebagai anak manusia yang hidup di dunia, tanpa ada lagi arogansi bangsa maupun teritorial. Cita-cita seperti ini hanya bisa diwujudkan melalui sistem Khilafah Islam, bukan sistem yang lain.</p>
<p><strong>Khilafah : Tuntutan Keimanan</strong></p>
<p>Keimanan kepada Allah mengharuskan keyakinan bahwa tiada yang lebih baik dari pada hukum Allah. Allah berfirman:</p>
<p dir="rtl"><strong>أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ</strong></p>
<p><em>Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?</em> <strong>(QS al-Maidah [5]: 50)</strong></p>
<p>Maka keimanan mengharuskan orang beriman untuk hanya menghendaki dan mengambil hukum Allah, dan menjadikannya pemutus semua perkara di dalam kehidupan seperti yang diperintahkan oleh Allah (lihat QS al-Maidah : 48; 49). Kongkretnya adalah dengan menerapkan hukum islam, yaitu syariah islam secara formal untuk mengatur semua aspek kehidupan masyarakat, dalam bingkai sistem sya’i yaitu sistem khilafah yang telah dipelihara dan dijaga oleh generasi islam sejak para sahabat hingga khilafah runtuh pada 28 Rajab 1322 H/4 Maret 1924 M.</p>
<p><strong>Khilafah Janji Agung Allah SWT</strong></p>
<p>Allah SWT berjanji memberikan <em>istikhlaf fi al-ardh </em>kepada umat Islam (QS an-Nur: 55). <em>Istikhlaf fi al-ardh</em> tidak memiliki makna lain selain penganugerahan kekuasaan dan tugas pengaturan urusan manusia di seluruh dunia.</p>
<p>Imam Al-Baidhawi menyatakan: … <em>Layastakhlifannahum </em>artinya<em>: </em>menjadikan mereka para khalifah pengatur bumi yang akan mengatur semua kekuasaan di dalam kekuasaan mereka<em> </em>(Imam al-Baidhawi, <em>Tafsir al-Baydhawi, IV/</em>197).</p>
<p>Imam al-Qurthubi menyatakan: “… Allah akan menjadikan di antara mereka para khalifah (penguasa). Para Sahabat pun bersepakat untuk mengangkat Abu Bakar ra. setelah terjadi diskusi antara kaum Muhajirin dan Anshar di Saqifah Bani Sa’idah…” (Imam al-Qurthubi, <em>Tafsir al-Qurthubi, </em>I/264).</p>
<p>Ibnu Arabi berkata, “Ayat ini merupakan janji umum dalam masalah nubuwwah, khilafah, tegaknya dakwah dan berlakunya syariah secara umum.” (Imam al-Qurthubi, <em>Tafsir al-Qurthubi, XII/</em>299-202).</p>
<p>Para mufassir lainnya juga memberikan penjelasan senada. Semua ini menunjukkan bahwa Khilafah Islam<em> </em>merupakan janji Allah yang paling agung bagi kaum Mukmin. Dengan tegaknya Khilafah Islam, agama Allah SWT bisa ditegakkan secara sempurna, dan kerahmatan bagi dunia bisa diwujudkan secara nyata.</p>
<p>Nabi saw juga telah memberikan kabar gembira (<em>bisyarah</em>) bahwa kekuasaan umat Islam yang mencakup seluruh muka bumi. Nabi saw juga memberitakan bahwa era kenabian akan diikuti oleh era Khilafah <em>‘ala Minhaj an-Nubuwwah</em> lalu disusul era <em>mulkan ‘adhan</em> (para penguasa lalim) dan berikutnya era <em>mulkan jabriyyatan</em> (para penguasa diktator). Kemudian Nabi bersabda: <strong></strong></p>
<p dir="rtl"><strong>« … ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ » ثُمَّ سَكَتَ </strong></p>
<p><em>Selanjutnya datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian).” </em>Setelah itu beliau diam<em> </em><strong>(HR Ahmad).</strong></p>
<p><strong>Wahai Kaum Muslim</strong></p>
<p>Jelaslah bahwa khilafah adalah kebutuhan dunia dan sekaligus tuntutan keimanan kita. Dan tegaknya kembali <em>Khilafah</em> <em>ala minhaj an-nubuwah</em> adalah janji Agung Allah SWT. Lalu tidakkan kita ingin meraih kemuliaan sebagai bagian dari orang-orang yang mewujudkannya? Kapan lagi kalau tidak sekarang wahai kaum musim. <em>Wallâh a’lam bi ash-shawâb</em>. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=186&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2011/06/15/khilafah-kebutuhan-dunia-tuntutan-keimanan-dan-janji-agung-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik RUU Terapan Peradilan Agama</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2010/02/19/di-balik-ruu-terapan-peradilan-agama/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2010/02/19/di-balik-ruu-terapan-peradilan-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 03:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[goVernment]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah sirri]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Terapan Peradilan Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Nikah sirri dan poligami ramai lagi dibicarakan.  Banyak pihak berkomentar tentang hal tersebut.  Hal ini wajar belaka, sebab pemerintah lewat Departemen Agama akan mengajukan Rancangan Undang-Undang Terapan Peradilan Agama yang memuat hal-hal tersebut.  “Itu baru wacana, memang ada rancangan UU mau diserahkan ke DPR untuk dibahas, tetapi itu belum sampai pada posisi yang memang cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=179&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME%7E1/Administrator/Local%20Settings/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/pernikahan.jpg"><img title="pernikahan" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/pernikahan.jpg" alt="" width="200" height="136" /></a></p>
<p>Nikah sirri dan poligami ramai lagi dibicarakan.  Banyak pihak berkomentar tentang hal tersebut.  Hal ini wajar belaka, sebab pemerintah lewat Departemen Agama akan mengajukan Rancangan Undang-Undang Terapan Peradilan Agama yang memuat hal-hal tersebut.  “Itu baru wacana, memang ada rancangan UU mau diserahkan ke DPR untuk dibahas, tetapi itu belum sampai pada posisi yang memang cukup untuk disampaikan ke DPR. Jadi masih ada satu tingkatan lagi yang belum selesai,” kata Menag di Kantor Presiden Jakarta (18/2/2010).  Namun, apa dan siapa sebenarnya dibalik para penggagasnya?</p>
<p><strong>Siapa?</strong></p>
<p>Pihak yang berupaya terus merombak aturan-aturan perkawinan adalah LSM pro asing CEDAW Working Group Initiative (CWGI).  <span id="more-179"></span>Dalam berbagai tulisannya nampak bahwa merekalah yang berada dibalik <em>Conter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam</em> (CLDKHI).  Pada Mei 2007, CWGI merilis laporan beberapa lembaga sosial masyarakat (LSM) berjudul ‘Implementasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) di Indonesia’.  LSM-LSM ini merupakan LSM liberal diantaranya Aliansi Pelangi Antar Bangsa, Kalyanamitra, Sekretariat Nasional (Seknas) Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan &amp; Demokrasi, LBH APIK Jakarta, Mitra Perempuan, Rahima, Rumpun Gema Perempuan, Solidaritas Perempuan, Yayasan Kesehatan Perempuan, dan Yayasan Jurnal Perempuan.  Salah satu motornya adalah gembong liberal Musdah Mulia.  CEDAW sendiri singkatan dari <em>The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women</em> (Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan), yang merupakan konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).  Inti dari isi konvensi tersebut adalah penyamaan laki-laki dengan perempuan dalam segala bidang.</p>
<p><strong>Bagaimana Pandangan Dasarnya?</strong></p>
<p>Pandangan dasar CWGI adalah memusuhi agama (baca: Islam).  Dalam laporannya itu, disebutkan “<em>Fundamentalisme agama dan absolutisme budaya menjadi inspirasi dan dasar perumusan kebijakan publik baik ditingkat nasional maupun di tingkat lokal. Kecuali itu, pemimpin agama dan pemimpin kultural telah secara sistematis mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat menuju ke arah anti toleransi dan keberagaman. Proses pengarus-utamaan (mainstreaming) hukum-hukum agama dan praktek-praktek budaya dalam kebijakan publik serta perilaku kehidupan masyarakat tersebut, secara nyata telah membatasi gerak dan ruang ekspresi perempuan dengan larangan-larangan keluar malam tanpa di damping laki-laki keluarganya dan mengatur cara berpakaian. Propaganda yang menempatkan perempuan sebagai sumber kemaksiatan dilakukan dengan sistematis baik di ruang publik maupun di ruang privat</em>” (hal. 7).  Kebencian ini pun tampak dalam pernyataannya: “<em>Kelompok fundamentalis memanfaatkan otonomi daerah untuk penerapan Syariat Islam dan mempengaruhi para pembuat kebijakan di daerah untuk membuat peraturan daerah yang diskriminatif terhadap perempuan dengan mengatasnamakan moralitas masyarakat dan agama</em>” (hal. 14).  Maksudnya adalah peraturan daerah (Perda) yang menurutnya bernuansa Islam.</p>
<p>Dalam laporan yang ditujukan antara lain kepada PBB tersebut disebutkan pula sikap sengitnya terhadap Islam, “<em>Penerapan Syariat Islam melalui penerapan kebijakan negara dianggap bertentangan dengan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila, karena berarti tidak ada lagi penghormatan terhadap agama dan kepercayaan lain, serta mengingkari realiatas keberagaman yang ada di Indonesia. Rancangan Undang-undang tentang Pornografi dan Pornoaksi yang saat ini sedang dibahas oleh legislatif merupakan salah satu contoh produk hukum yang mengacu kepada Syariat Islam. RUU ini berpotensi memecah belah persatuan dan kebangsaan masyarakat Indonesia yang pluralis dan multikultur dan mengkriminalkan tubuh perempuan</em>” (hal. 15).  Ini semua adalah klaim dan sikap mereka.  Karenanya, tidak mengherankan bila berbagai rekomendasi yang dikeluarkannya secara sengaja dinyatakan sebagai penentangan terhadap agama, dalam hal ini Islam.  Dan karena itu pula, landasan perang pemikiran dan budaya ini adalah perang akidah dan ideologis.<em> </em></p>
<p><strong>Rekomendasi yang diperjuangkannya?</strong></p>
<p>Terkait dengan persoalan perkawinan, CWGI merekomendasikan, antara lain:</p>
<ol type="1">
<li>Segera      melakukan tindakan legislasi nasional<strong>, </strong>terutama, amandemen terhadap UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, merubah dan mencabut kompilasi hukum Islam [KHI] (hal. 24 dan 69).  Inilah yang kini menjadi RUU Terapan Peradilan Agama yang antara lain mengkriminalkan nikah sirri dan poligami.  Semua ini sebenarnya jelmaan lain dari <em>Conter      Legal Draft Kompilasi Hukum Islam</em> (CLDKHI) yang dulu dibatalkan      Menteri Agama.</li>
<li>Berkaitan dengan upaya penghapusan poligami di Indonesia, segera mempercepat perubahan dan mencabut Peraturan Pemerintah terkait dengan Perkawinan yang masih diskriminatif terhadap perempuan (hal. 25)</li>
<li>Membatalkan pembahasan draft RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, karena berpotensi menimbulkan diskriminasi dan kriminalisasi terhadap tubuh perempuan (hal. 25).</li>
<li>Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan KB yang tidak diskriminatif (bukan hanya kepada yang menikah melainkan juga kepada yang tidak/belum menikah, hal. 45 dan 48).</li>
<li>Pemerintah      harus membuat pengaturan cuti bagi remaja yang hamil ketika masih sekolah      (hal. 48).</li>
</ol>
<p><strong>Apa Maknanya?</strong></p>
<p>Berdasarkan realitas tersebut jelaslah bahwa:</p>
<ol type="1">
<li>Pihak yang getol memperjuangkan dicabutnya peraturan perkawinan Islam adalah para pembebek asing.  Mereka juga yang membela aliran sesat, menghina Rasulullah SAW dengan menyamakannya dengan Lia Eden, dan berupaya mencabut UU Penodaan Agama.</li>
<li>Dasar hukum yang dijadikan landasan untuk merubah UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah konvensi PBB yang pada satu sisi sarat dengan liberalisasi, dan pada sisi lain merombak aturan-aturan Islam.</li>
<li>Laporan, advokasi, dll dilakukan untuk menyenangkan tuan mereka yang ada di Perserikatan Bangsa-Bangsa.  Mereka melakukan semua itu agar sesuai dengan aturan dan nilai yang ada dalam konvensi CEDAW.  Mereka menentang aturan Islam, sebaliknya mati-matian membela hukum <em>thaghut</em>.</li>
<li>Ujung dari semua ini adalah penghancuran keluarga melalui nikah dipersulit, pergaulan bebas dilindungi, zina tidak dianggap dosa, kriminalisasi nikah siri dan poligami, selingkuh tak jadi soal, dll.</li>
<li>Mereka adalah antek-antek asing penjajah yang tengah berupaya menghancurkan generasi dan keluarga Muslim dengan mengusung hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.</li>
<li>Jelas,      HAM dan demokrasi adalah musang berbulu domba.</li>
</ol>
<p>Karenanya, siapapun kaum Muslim semestinya makin yakin bahwa peradaban kapitalistik yang kini berjalan menggiring umat Islam ke jurang kehancuran.  Hanya penerapan hukum Islam oleh pemimpin kaum Muslim (khalifah) yang dapat menyelamatkan umat mulia ini.www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=179&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2010/02/19/di-balik-ruu-terapan-peradilan-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/Administrator/Local%20Settings/Temp/moz-screenshot-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/pernikahan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pernikahan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita di Persimpangan Jalan: Kepala Rumah Tangga Perempuan atau Ibu Rumah Tangga</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/26/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/26/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 04:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[feninis]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Pada tahun 1928 saat kongres pemuda para wanita juga ikut sehingga sumpah pemuda diucapkan oleh pemuda dan pemudi. Semangat perjuangan ini terus berkobar di kalangan organisasi perempuan, sehingga mereka mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta[1]. Kongres Perempuan Indonesia (KPI) di Yokyakarta tersebut merupakan tonggak awal pergerakan modern kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=171&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Pada tahun 1928 saat kongres pemuda para wanita juga ikut sehingga sumpah pemuda diucapkan oleh pemuda dan pemudi.<strong> </strong>Semangat perjuangan ini terus berkobar di kalangan organisasi perempuan, sehingga mereka mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn1">[1]</a>.<a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/feminis2.jpeg"><img class="size-full wp-image-173 alignright" title="feminis2" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/feminis2.jpeg?w=155&#038;h=130" alt="" width="155" height="130" /></a></p>
<p><a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/feminis.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-172" title="feminis" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/feminis.jpeg?w=141&#038;h=128" alt="" width="141" height="128" /></a></p>
<p>Kongres Perempuan Indonesia (KPI) di Yokyakarta tersebut merupakan tonggak awal pergerakan modern kaum perempuan di Indonesia. Hasil dari Kongres Perempuan Indonesia I adalah dua hal yang sanpat penting dilakukan oleh perempuan Indonesia yaitu: meningkatkan harkat perempuan, dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Disamping itu kongres ini melahirkan organisasi perempuan yaitu Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI)<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn2">[2]</a> .</p>
<p><span id="more-171"></span></p>
<p>Inilah puncak perjuangan wanita, dengan terselenggaranya kongres perempuan pertama tanggal 22 Desember 1928. Dan merupakan wujud peran serta perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan. Karenanya tanggal 22 desemser diperingati sebagai hari Ibu<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn3">[3]</a>.</p>
<p>Peringatan tersebut antara lain: dengan  memanjakan sang ratu rumah tangga, lomba, seminar, diskusi dan workshop. Pada hari istimewa itu  para ibu rumah tangga diberi’cuti’ tidak melakukan pekerjaan rutinnya yaitu urusan rumah tangga, bahkan ganti bapak-bapak yang mengerjakan dan melayaninya. Tidak jarang dalam diskusi, seminar dan workshop sebagai peringatan hari ibu, digulirkannya kembali ide-ide feminisme yang menuntut pekerjaan rumah tangga merupakan kewajiban bersama suami-isteri. <em>Sehingga muncul jabatan baru bagi wanita sebagai perempuan kepala keluarga dan bagi laki-laki sebagai bapak rumah tangga.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Feminisme: Peran Wanita  Sebagai Ibu Rumah Tangga bukan Kewajiban, tapi Bentukan Budaya.</strong></p>
<p><strong> </strong>Patriarkhi dipahami secara harfiyah yang berarti ”kekuasaan bapak”(<em>role of the father</em>) yaitu keluarga yang dipimpin dan dikuasai laki laki<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn4">[4]</a>. Dampak budaya patriarkhi pada pembagian peran adalah sebagai berikut suami berperan di sektor publik, produktif, maskulin dan kewajiban mencari nafkah utama. Sementara peran isteri di sektor domestik, reproduksi, feminin dan seandainya mencari nafkah, maka sebagai pencari nafkah tambahan<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn5">[5]</a>. <strong> </strong></p>
<p>Konstruksi sosial tentang gender menjadikan perempuan lebih memilih pekerjaan yang sifatnya melayani dan masih berkaitan dengan peran domestiknya di rumah tangga. Dengan demikian lapangan kerja juga mengalami segregasi atau pemilahan antara tugas laki-laki dan perempuan. Peran yang umum dipilih oleh perempuan pun menjadi guru, perawat, pekerja sosial, buruh sederhana, sekertaris dan lain sebagainya. Masyarakat juga lebih memandang laki-laki mampu menjadi insinyur, dokter, astronot dan lain-lain<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn6">[6]</a>.</p>
<p>Perempuan dan laki-laki adalah hasil dari sebuah relasi sosial. Jika kita mengubah relasi sosial, maka kita mengubah kategori perempuan dan laki-laki.Selanjutnya akan mempengaruhi beban kerja. Pada masyarakat patrilineal dan androsentris, beban gender laki-laki lebih dominan daripada anak perempuan. Dan setiap masyarakat akan dipengaruhi faktor kondisi obyektif geografis, yang kemudian ikut menentukan sistem sosial budaya yang khas.</p>
<p>Adanya pemahaman bahwa peran gender diatas dapat dipertukarkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan dan tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu yang bersifat kodrati yang hanya melekat pada jenis kelamin tertentu.</p>
<p>Dalam Jurnal HARKAT, disebutkan bahwa <strong><em>mayoritas yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin wanita dalam rumah tangga karena salah dalam menafsirkan surat an Nisa’ ayat 34. </em></strong></p>
<p dir="rtl">الرِّجالُ قَوّٰمونَ عَلَى النِّساءِ بِما فَضَّلَ اللَّهُ بَعضَهُم عَلىٰ بَعضٍ وَبِما أَنفَقوا مِن أَموٰلِهِم ۚ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِلغَيبِ بِما حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَالّٰتى تَخافونَ نُشوزَهُنَّ فَعِظوهُنَّ وَاهجُروهُنَّ فِى المَضاجِعِ وَاضرِبوهُنَّ ۖ فَإِن أَطَعنَكُم فَلا تَبغوا عَلَيهِنَّ سَبيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كانَ عَلِيًّا كَبيرًا <strong>﴿٣٤﴾</strong><strong> </strong></p>
<p>Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn7">[7]</a>[289] ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka)[290]<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn8">[8]</a>. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291]<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn9">[9]</a>, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn10">[10]</a>. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.</p>
<p>Selanjutnya penulis memaparkan pemahamannya tentang surat tersebut, merujuk pendapat Asghar Ali Engineer bahwa ayat tersebut bersifat deskriptif atau sosiologis.Bahwa turunnya ayat tentang <em>laki-laki menjadi pemimpin wanita dalam rumah tangga, pada masyarakat yang pada saat itu kaum laki-laki memiliki kelebihan dari wanita berupa harta dan menafkahkan hartanya kepada keluarganya</em>. Dan <strong><em>perintah itu sifatnya tidak wajib</em></strong> karena tidak berbentuk kata perintah atau ayatnya tidak berbunyi: ”<em>Kaum laki-laki wajib/harus menjadi pemimpin bagi wanita</em>”. Ayat yang tidak berbentuk perintah tidak bisa dianggap sebagai ayat yang normative/teologis dan preskriptif atau difahami sebagai perintah dan bisa dipakai sebagai pedoman<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn11">[11]</a>.</p>
<p>Karenanya menurut penulis artikel ini bahwa UU Perkawinan yang mengatur Peran suami dan isteri sudah tidah cocok dan penetapan peran suami sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah menciptakan <em>streotype</em><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn12">[12]</a>. Misalnya undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pasal 31 ayat 3 menyatakan bahwa ” Suami adalah Kepala Keluarga dan isteri adalah ibu rumah tangga . Dan pasal 34 ayat 1 menyatakan bahwa ”Suami wajib melindungi isterinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuannya”.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kepemimpinan Rumah Tangga Perspektif Islam</strong></p>
<p>Mengenai peraturan yang berkaitan dengan laki-laki dan perempuan, Alloh Dzat Pencipta manusia berikut kebutuhannya memberikan aturan yang adakalanya sama dan adakalanya berbeda. Terkait dengan kedudukan laki-laki dan perempuan sebagai manusia (insan), di dalam nash akan ditemukan adanya hak, kewajiban, peran dan fungsi yang sama antara laki-laki dan perempuan<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn13">[13]</a>.</p>
<p>Syari’at Islam memberikan kewajiban yang sama kepada laki-laki dan perempuan untuk menjalankan ibadah seperti shalat, shaum, haji dan zakat. Syari’at Islam telah memberikan hukum-hukum muamalat yang berhubungan dengan persoalan jual-beli, perburuhan, perwakilan, pertanggungjawaban berlaku sama untuk perempuan maupun laki-laki. Akan tetapi dilihat dari sisi kodratnya bahwa laki-laki adalah laki –laki dan perempuan adalah perempuan maka terdapat hukum yang berbeda seperti aurat perempuan, hukum tentang kehamilan, hukum tentang persusuan, wanita sebagai ibu dan pengatur rumah tangga dst, semuanya dibebankan pada perempuan bukan pada laki-laki. Sedangkan kepemimpinan yang mengandung kekuasaan pemerintahan, kepemimpinan keluarga, nafkah, jihad, batas aurat laki-laki dst, hukum-hukum ini dibebankan pada laki-laki tidak pada wanita.</p>
<p>Dalam rumah tangga, <strong>Allah memberikan <em>peran bagi suami adalah sebagai pemimpin rumah tangga</em></strong><em> </em>dan wajib memimpin, melindungi dan memberi nafkah kepada anggota keluarganya. Sedangkan <strong><em>peran istri sebagai ibu dan pengatur rumah tangga</em> </strong>yang bertanggug jawab mengatur rumah tangganya di bawah kepemimpinan suami<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn14">[14]</a>. Sebagaimana firman Allah surat an Nisa’ ayat 34 :</p>
<p dir="rtl"><strong>الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ </strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn15">[15]</a></p>
<p>Dari ayat ini jelas bahwa Allah menetapkan peran suami sebagai <em>pemimpin rumah tangga</em> <strong>bukan karena</strong> <em>pertama,</em> <strong>وَبِمَا أَنْفَقُوا</strong> (dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka)<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn16">[16]</a>, sehingga saat isteri bekerja dan gajinya lebih besar, tidak menjadikan isteri sebagai pemimpin dalam rumah tangga. <em>Kedua,</em> penetapan <em>illat</em> suatu hukum tidak ditetapkan secara <em>aqli</em>, akan tetapi ditetapkan secara <em>syar’i.</em></p>
<p>Disamping itu terdapat nash lain yang tidak terdapat kata <strong>وَبِمَا أَنْفَقُو</strong>, tapi nash tersebut menunjukkan bahwa peran suami sebagai pemimpin rumah tangga dan isteri sebagai pengatur rumah tangga di bawah kepemimpinan suami. Sabda Rasulullah Saw:</p>
<p dir="rtl"><strong>وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهَا. (متفق عليه)</strong></p>
<p><em>“…</em>Dan wanita adalah penjaga tanggung jawab dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya<em>”.</em></p>
<p>Peran suami sebagai pemimpin keluarga juga ditunjukkan dengan banyaknya nash-nash yang mewajibkan keta’atan dan perizinan isteri kepada suami, karena keta’atan merupakan konsekwensi dari kepemimpinan<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn17">[17]</a>. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.</p>
<p dir="rtl"><strong>اتقي الله ولا تخا لفي زوجك </strong></p>
<p>Hendaklah engaku bertakwa kepada Allah dan tidak melanggar perintah suamimu.</p>
<p>Tentang perizinan Rasulullah pernah bersabda sebagai berikut:</p>
<p dir="rtl"><strong>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn18"><strong>[18]</strong></a></strong><strong> </strong></p>
<p>Artinya: Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita berpuasa (puasa sunnah), sementara suaminya menyaksikannya, kecuali dengan izinya (HR. Bukhari)</p>
<p>Pergaulan suami-isteri perspektif Islam sangat harmonis, bagaikan dua sahabat (Shahabani) sebagaimana dikatakan Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam <em>Nidzam Ijtima’i fil Islam</em>, sehingga mampu mengantarkan keluarga <em>sakinah mawaddah warahmah</em>. Karena sekalipun kepemimpinan ada pada suami tidak menjadikan suami otoriter dan menzalimi isteri, karena relasi suami isteri bukan seperti komandan dengan prajurit atau terdakwa dengan polisi<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn19">[19]</a>.</p>
<p>Disamping itu pada saat beban isteri sangat banyak dan berat, sehingga isteri tidak kuat untuk mengerjakannya misalnya mengasuh balita 3-5 anak, masih harus mencuci, menyeterika, memasak dan lain lain. Maka bukan berarti dia harus tetap mengerjakan semua itu sampai sakit-sakitan, bahkan akhirnya sampai melalaikan kewajiban yang lain misalnya berdakwah. Akan tetapi pada saat itu, suami berkewajiban membantunya, untuk meringankan beban isteri. Bantuan itu baik dibantu dengan tangannya sendiri maupun dengan menggaji pembantu. Semuanya ini termasuk dalam cakupan pemberian nafkah secara ma’ruf. Sebagaimana firman Allah dal al Baqarah ayat 233:</p>
<p dir="rtl">
<p>Dan kewajiban ayah memberi makan dan Pakaian kepada para ibu <strong><em>dengan cara ma’ruf</em></strong>. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. <strong><em>Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya</em></strong> dan seorang ayah karena anaknya.</p>
<p>Inilah hukum yang adil, menyelesaikan masalah serta memulyakan wanita, agar lebih jelas simaklah mekanisme hukum keluarga sebagai berikut: di dalam Islam perempuan tidak diwajibkan bekerja untuk mencari nafkah, bahkan harus dinafkahi seumur hidup dengan mekanisme perwalian dan terakhir yang bertanggung jawab adalah negara untuk memenuhi kebutuhannya. Adapun hukum bekerja bagi perempuan adalah <em>mubah </em><em>(boleh)</em> baik di sektor yang membutuhkan intelektualitas dan profesionalisme kerja seperti rektor perguruan tinggi, kepala departemen kesehatan dan kepala rumah sakit sampai yang hanya membutuhkan tenaganya saja<a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn20">[20]</a>. Dan hasil kerjanya adalah milik perempuan itu sendiri, bukan milik keluarga, dan hanyalah <em>sunnah</em><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftn21">[21]</a> untuk di shodaqohkan ke keluarga.</p>
<p>Akan tetapi Islam memberi tanggung jawab menjaga kehamilan, menyusui, mengasuh anak dan mengatur rumah tangga pada seorang ibu. Dari sini terlihat bagaimana indahnya hukum Islam tersebut, wanita diberi banyak pilihan: <em>Pilihan pertama</em>, memilih bekerja atau tidak bekerja dan mencurahkan waktunya untuk membentuk putra-putrinya menjadi <em>generasi khoiru ummah</em> serta senantiasa memperbaiki kerusakan –kerusakan yang ada di masyarakat, beramar ma’ruf nahi munkar. <em>Pilihan kedua</em>, bekerja yang tidak menghabiskan waktunya di tempat kerja, dengan syarat wajib menyelesaikan tugas utamanya sebagai <em>Ibu dan Pengatur rumah tangga .</em></p>
<p>Bisa kita bayangkan betapa dzalimnya peraturan yang mewajibkan wanita bekerja <em>(menanggung nafkah).</em> Karena pada faktanya perempuan yang hamil tidak bisa kehamilan tersebut dititipkan suaminya (<em>ditanggung berdua),</em> dan tidak semua perempuan hamil normal tidak ada masalah, akan tetapi terdapat pada mayoritas perempuan pada saat mengandung kondisi tubuhnya lebih lemah dan banyak masalah dari yang ringan seperti pusing-pusing dan muntah-muntah sampai harus <em>bed rest total.</em></p>
<p>Disamping itu tidak ada satupun manajemen perusahaan atau institusi yang mampu mencapai kesuksesan, pada saat pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) tidak beres dalam menetapkan job description masing-masing SDM. Misalnya dua orang karyawan sama-sama menjadi manajer operasional. Hal ini tentu akan berdampak pada kinerja yang buruk.</p>
<p>Begitu pula saat peran ( hak dan kewajiban ) dalam keluarga tidak jelas misalnya wanita dan pria masing-masing punya hak untuk menikahkan dirinya sendiri, sama-sama punya kewajiban mencari nafkah, sama-sama punya hak menceraikan dan sama-sama wajib beriddah. Semuanya itu tidak sesuai dengan fithroh manusia. Jika sudah demikian tidak akan menentramkan hati dan memuaskan akal, maka pada gilirannya akan terjadilah hancurnya sebuah keluarga.</p>
<hr size="1" /><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref1">[1]</a> Modul Pelatihan Kesetaraan dan keadilan gender bagi organisasi masyarakat keagamaan, Jakarta, Kemntrian Negara Pemberdayaan Perempuan, 2006, hlm 13</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref2">[2]</a> Tim Penyusun KPP,Bunga Rampai-panduan dan bahan pembelajaran pelatihan pengarus utamaan gender dalam pembangunan nasional,KPP,2003,hlm 17-18</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref3">[3]</a> Tim Penyusun KPP,Bunga Rampai-panduan dan bahan pembelajaran pelatihan pengarus utamaan gender dalam pembangunan nasional,KPP,2003,hlm 17</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref4">[4]</a> Ibid, hlm. 58</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref5">[5]</a> Ibid, 58-67</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref6">[6]</a> Ibid, 67</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref7">[7]</a> [289] Maksudnya: tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref8">[8]</a> [290] Maksudnya: Allah Telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref9">[9]</a>[291] <em>Nusyuz</em>: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref10">[10]</a>[292] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama Telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref11">[11]</a> Nina Nurmila, “ Ketika Perempuan Mencari Nafkah” ,  <em>Jurnal HARKAT- Media Komunikasi Gender</em>, Jakarta, PSW UIN Syarif Hidayatullah ,Vol 2. No.2 April 2002, hlm.50-51</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref12">[12]</a> Ibid, 52-53</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref13">[13]</a> Abdurrahman Al Baghdadi, <em>Emansipasi Adakah Dalam Islam</em>, Jakarta, Gema Insani Press,1997</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref14">[14]</a> Taqiyuddin An Nabhani<em>, Nidzam Ijtima’i</em>, Beirut, Libanon, Darul Ummah, 2003, hlm.141-146</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref15">[15]</a> TQS an-Nisa : 34)</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref16">[16]</a> lihat surat annisa’ ayat 34</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref17">[17]</a> Taqiyuddin An Nabhani<em>, Nidzam Ijtima’i</em>, Beirut, Libanon, Darul Ummah, 2003, hlm.143</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref18">[18]</a> Hadis shaheh, diriwayatkan oleh Bukhari, hadis no. 4797</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref19">[19]</a> Ibid, hlm. 141-146</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref20">[20]</a> Abdurrahman Al Baghdadi, <em>Emansipasi Adakah Dalam Islam</em>, Jakarta, Gema Insani Press,1997</p>
<p><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/#_ftnref21">[21]</a> <em>Sunnah</em> adalah suatu amal jika dilakukan berpahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa.</p>
<p><strong>Oleh. Dra. Rahma Qomariyah, M.Pd.I<br />
</strong><strong>(Anggota DPP Muslimah HTI dan Ketua Lajnah Tsaqofiyah Muslimah HTI Pusat)</strong></p>
<p><strong>www.hizbut-tahrir.or.id<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=171&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/26/wanita-di-persimpangan-jalan-kepala-rumah-tangga-perempuan-atau-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/feminis2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">feminis2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/feminis.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">feminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bercermin Pada Kepahlawanan Shahabiyat</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/26/bercermin-pada-kepahlawanan-shahabiyat/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/26/bercermin-pada-kepahlawanan-shahabiyat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua sudah mengenal nama-nama seperti Abubakar Ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khoththob, Utsman bin ‘Affan, Saad bin Abi Waqosh, Muadz bin Jabal, Salman Al-Farisi dan sebagainya.  Mereka adalah para pahlawan muslim yang telah mengorbankan waktu, harta, jiwa dan raganya untuk menegakkan kalimat Allah dan RasulNya dan memperjuangkan Islam ke seluruh penjuru dunia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=167&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita semua sudah mengenal nama-nama seperti Abubakar Ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khoththob, Utsman bin ‘Affan, Saad bin Abi Waqosh, Muadz bin Jabal, Salman Al-Farisi dan sebagainya.  Mereka adalah para pahlawan muslim yang telah mengorbankan waktu, harta, jiwa dan raganya untuk menegakkan kalimat Allah dan RasulNya dan memperjuangkan Islam ke seluruh penjuru dunia.</p>
<p><a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/shabiyah2.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-168" title="shabiyah2" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/shabiyah2.jpeg?w=95&#038;h=95" alt="" width="95" height="95" /></a></p>
<p>Akan tetapi sebagian umat Islam kurang mengenal para`perempuan yang mereka juga hidup di masa Rasulullah (shahabiyat) yang telah mengorbankan waktu, harta, jiwa dan raganya untuk menegakkan kalimat  Allah dan RasulNya dan memiliki andil besar`dalam memperjuangkan Islam dan kaum muslimin.   Di antaranya Khadijah binti Khuwailid, Asma’ binti Abu Bakar, Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Sulaim, dan banyak lagi yang lainnya.<span id="more-167"></span></p>
<p>Dalam Islam, perempuan diposisikan sebagai perhiasan berharga yang wajib dijaga dan dipelihara. Ini tidak berarti mengekang perempuan dalam wilayah tertentu.  <strong>Islam memberi peran bagi perempuan dalam ranah domestik dan juga publik sekaligus</strong>.  Sehingga dimasa peradaban Islam tidaklah mengherankan jika kita mendapati banyak figur waita terbaik dan termulia sepanjang zaman. Mereka bersungguh-sungguh mengerahkan segenap kemampuan dalam menjunjung tinggi syiar Islam, membela agama Allah dengan ketulusan yang tidak diragukan, mencintai Allah dan Rasulullah dengan kecintaan yang mendalam –yang direfleksikan dengan ketaatan kepada risalah yang dibawanya–, bersabar dengan segala kesulitan hidupnya, patuh dan menghargai suami dengan kepatuhan dan penghormatan yang patut diteladani, mendidik anak-anak mereka dengan pendidikan yang baik hingga melahirkan pahlawan-pahlawan sejati yang dijamin masuk syurga, merelakan buah hati mereka terbunuh sebagai syahid membela agamaNya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang terjun langsung dalam jihad fii sabilillaah demi meraih mardhatillah dan jannhaNya.<a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/shabiyah1.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-169" title="shabiyah1" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/shabiyah1.jpeg?w=163&#038;h=124" alt="" width="163" height="124" /></a></p>
<p>Sejarah telah mencatat bagaimana kaum perempuan pada masa Rasulullah saw (para shahabiyah) melakukan aktivitas politik dan perjuangan politik tanpa meninggalkan tugas utamanya sebagai ibu dan pengelola rumah tangga.  Mereka berjuang bersama-sama Rasulullah saw dan shahabat lainnya tanpa memisahkan barisan mereka dari barisan Rasul dan shahabatnya.  Mereka bersama dengan para istri Rasul saw berada dalam perjuangan menegakkan Islam di muka bumi ini serta mendukung perjuangan beliau.</p>
<p><strong>Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq</strong></p>
<p>Aisyah r.a adalah anak Abu Bakar dari pernikahannya dengan Ummu Ruman binti Amir bin Uwaymir al Kinaniyah. Di rumah yang dinaungi dengan kebenaran, kejujuran dan keimanan inilah Aisyah dilahirkan, 7 tahun sebelum hijrah.  Aisyah diberi julukan Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq (perempuan yang sangat  jujur dari orang yang sangat jujur).  Terkumpul dalam dirinya ketinggian ilmu dan keutamaan, ia menjadi tempat bertanya para shahabat dan shahabiyat.  Ia juga merupakan perowi hadits yang handal, termasuk satu dari tujuh orang yang paling banyak meriwayatkan hadits, bahkan  menerima langsung dari Rasulullah saw.  Ia tidak pernah membiarkan orang yang salah dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits atau melanggar syariat.</p>
<p>Ummul Mukminin Aisyah menjadi teladan dalam kezuhudan, kemurahan hati dan kedermawanan.  Ia mencapai derajat zuhud yang tinggi karena lebih sering berpaling dari duniadan menghadap kepada Allah untuk melaksanakan ibadah.  Harta yang ada padanya, segera disalurkan untuk orang-orang miskin, di antara   gambaran kedermawanannya adalah ia pernah membagi-bagikan seratus ribu dirham hanya dlam satu hari sementara pada hari itu ia tengah berpuasa tanpa menyisakan satu dirham pun di rumahnya.  Dalam hal ibadah, tidak ada yang meragukannya, Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah saw.  Banyak mendirikan sholat Sunnah, terutama sholat malam, senantiasa berpuasa ad dahr (sehari puasa sehari tidak).</p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa Aisyah adalah seorang perempuan yang tangguh dalam berjihad. Ketika perang Uhud ia ikut mengangkut air di pundaknya bagi para mujahiddin.  Anas bin Malik meriwayatkan : “ Aku melihat Aisyah binti Abi Bakar dan Ummu Sulaim, keduanya menyingsingkan ujung pakainnya, keduanya mengangkut gerabah air di atas pundaknya lalu memberi minum orang-orang terluka.  Kemudian keduanya kembali memenuhi gerabah itu, lalu memberi minum mereka ( HR Muttafaq Alaih)  Demikian pula ketika perang khandak ‘Aisyah terjun langsung dalam perang tersebut bergabung dengan para shahabat.  Pada waktu itu ia maju mendekati front mujahiddin paling depan.</p>
<p>Aisyah telah memberikan teladan yang sangat banyak, ia merupakan cermin bagi para muslimah yang dari perjalanan hidupnya mereka dapat mengetahui bagaimana ia memiliki kepribadian yang kuat tanpa harus merendahkan diri, bagaimana ia menjaga kebagusan lahiriah tetapi penuh ketundukan dan kesederhanaan, bagaimana ia mendalami agama sehingga menjadi sumber argumentasi; bagaimana ia memahami hukum-hukum agama dan mempraktekkannya  dalam amalan-amalan nyata; bagaimana ia memberikan buah pikirnya dan materi yang dimilikinya untuk menegakkan agama Allah; bagaiamana ia menata kehidupan suami istrinya hingga dapat membangkitkan semangat suaminya yang dengan semangat ilmunya berupaya meraih kejayaan.</p>
<p><strong>Asma binti Yazid bin As-Sakan</strong></p>
<p>Dia adalah Asma binti Yazid bin As-Sakan bin Rafi’ bin Umru’ul Qais bin Abdul Asyhal bin Harits. Seorang wanita ahli hadits, mujahidah yang agung, cerdas, taat beragama, dan ahli pidato, sehingga ia digelari orator wanita. Sesuatu yang spesial dalam diri Asma adalah kehalusan perasaannya dan kehalusan budi bahasanya –sebagaimana remaja muslimah lainnya yang lahir dari madrasah  kenabian–, namun dalam satu hal, ia tidak malu untuk mengeluarkan . Dia adalah wanita  teguh pendirian dan pejuang yang gagah berani.  Dia adalah contoh wanita pelopor dalam berbagai bidang.  Asma datang dalam serombongan kaum  wanita  kepada Nabi untuk berbai’at pada tahun pertama Hijriyah, berjanji untuk taat kepada Islam.  Asma berbai’at kepada Nabi saw dengan penuh kejujuran dan keikhlasan. Dalam kita-kitab sirah (sejarah) disebutkan bahwa ketika mau melakukan bai’at, Asma memakai dua gelang emas yang besar di kedua tangannya, maka Nabi saw bersabda kepadanya:“Lemparkanlah kedua gelang itu, wahai Asma! Apakah engkau tidak takut jika engkau kelak memakaikan gelang dari api neraka kepadamu?” Tanpa membantah atau berbicara sedikit pun, dia langsung melaksanakan perintah Rasul saw. Kedua gelang itu dilepaskannya dan diletakkannya di hadapan Nabi saw.</p>
<p>Asma pernah diutus oleh kaum wanita untuk membicarakan masalah mereka kepada Rasul saw. Suatu ketika dia datang kepada Rasul saw dan berkata:”Wahai Rasul saw, aku adalah  utusan dari sekelompok wanita kepadamu. Apa yang akan kutanyakan sama dengan pertanyaan mereka dan pendapat mereka sama dengan pendapatku…..Sesungguhnya Allah ta’aala telah mengutusmu kepada seluruh kaum laki-laki dan kaum wanita, maka kami beriman dan mengikutimu. Akan tetapi, kami kaum wanita, terbatas gerak-geriknya. Kami hanyalah sebagai  tiang penyangga (pengurus) rumah tangga, tempat penyaluran syahwat para laki-laki, dan yang mengandung anak-anak mereka, sedang kaum laki-laki memperoleh keutamaan, dengan diperintahkannya melakukan shalat berjamaah, mengantar jenazah, dan berjihad di medan perang. Jika kaum laki-laki keluar untuk berperang, kamilah yang menjaga harta-harta mereka dan mengasuh anak-anak mereka. Oleh karena itu, apakah kami bisa mengimbangi pahala mereka, wahai Rasulullah?”</p>
<p>Mendengar pertanyaan seperti itu, Rasul saw lalu menoleh kepada para shahabat yang ada di dekatnya dan bertanya:”Pernahkah kalian mendengar pertanyaan wanita lain tentang urusan agamanya yang lebih baik daripada pertanyaan wanita ini?” Mereka menjawab:”Belum pernah, wahai Rasul saw.” Selanjutnya, beliau bersabda:”Kembalilah engkau, wahai Asma, dan beri tahukan kepada wanita-wanita yang mengutusmu bahwa perlakuan baik salah seorang dari kalian kepada suaminya, usahanya mencari keridhaan suaminya, dan ketaatannya kepada suaminya, dapat menyamai pahala dari amal laki-laki yang engkau sebutkan tadi.” Asma pulang sambil bertahlil dan bertakbir karena saking gembiranya dengan apa yang disampaikan Rasul saw.</p>
<p>Hati Asma sebenarnya sangat ingin ikut serta untuk berjihad. Akan tetapi, keadaan waktu tidak memungkinkan dia menyampaikan tuntutan tersebut. Keinginannya untuk terjun ke medan jihad baru terwujud setelah Rasul saw wafat, yaitu ketika terjadi perang Yarmuk pada tahun ke-13 Hijriyyah. Dalam perang besar (Yarmuk) itu Asma binti Yazid bersama kaum mukminah lainnya berada di barisan belakang laki-laki. Semuanya berusaha mengerahkan segenap kekuatannya untuk mensuplai persenjataan pasukan laki-laki. Memberi minum kepada mereka, mengurus mereka yang terluka, dan mengobarkan semangat jihad mereka.  Ketika peperangan berkecamuk dengan begitu serunya, ia  berjuang sekuat tenaganya. Akan tetapi, dia tidak menemukan senjata apapun, selain tiang penyangga tendanya. Dengan bersenjatakan tiang itulah, dia menyusup ke tengah-tengah medan tempur dan menyerang musuh yang ada di kanan dan kirinya, sampai akhirnya dia berhasil membunuh sembilan orang tentara Romawi. Hal ini sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar,”Dia adalah asma binti Yazid bin As-Sakan yang ikut terjun dalam perang Yarmuk. Pada hari itu dia berhasil membunuh sembilan orang tentara Romawi dengan menggunakan tiang tendanya. Setelah perang Yarmuk ia masih hidup dalam waktu yang cukup lama.  Asma keluar dari medan pertempuran dengan luka parah sebagaimana juga banyak dialami pasukan kaum muslimin. Akan tetapi, Allah berkehendak ia tetap hidup dalam waktu yang cukup lama.  Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Asma binti Yazidd bin As-Sakan dan memuliakan tempatnya di sisi-Nya atas berbagai Hadits yang diriwayatkannya dan atas segala pengorbanannya. Dia telah berbuat sesuatu agar dijadikannya contoh bagi wanita muslimah lainnya, yaitu kerelaan dan tekadnya yang kuat untuk membela dan mempertahankan agama Allah dan mengangkat panji Islam sampai agama Allah tegak di muka bumi.</p>
<p><strong>Kabsyah bintu Rafi’ bin Muawiyah bin Ubaid bin Al-Abjar Al-Ansyariyah Al-Khudriyah</strong></p>
<p>Ia termasuk salah seorang wanita yang memberikan kesaksian kebenaran bagi Rasulullah saw. Rasul turut menjanjikan imbalan kebaikan dan mendoakan barakah baginya. Ketika suasana  iman menggantikan kegelapan jahiliyyah dan mentari hidayah mulai terpancar di tanah Madinah, ia mencurahkan segala yang dimiliki dan menjadi ibu kepada dua orang anaknya yang gugur sebagai syuhada’; dua pahlawan Islam yang segar di dalam medan sejarah. Berbagai kitab sejarah  telah menyajikan peribadi mulia dan keutamaan-keutamaan yang dimiliki oleh Kabsyah bintu Rafi’, seperti keberanian, kebaikan dan keprihatinan beliau kepada tetangga. Beliau juga memberikan contoh terbaik yang mencerminkan kedudukannya yang sangat istimewa di sisi Rasulullah saw.  Beliau terkenal karena keberanian dan kesabarannya dalam membela  Rasulullah. dan mendorong anak-anaknya untuk terjun ke medan jihad .Di dalam Perang Badar, beliau meniupkan semangat kepada kedua anak beliau, Saad bin Muadz dan Amru bin Muadz, agar  berjihad karena Allah dengan sebenar-benar jihad, sehingga keduanya mendapat cobaan yang berakhir dengan kabar kemenangan.</p>
<p>Di dalam Perang Uhud, Ummu Saad turut terlibat secara langsung bersama beberapa wanita Muslimah lainnya. Berita kekalahan tentara kaum Muslimin dan gugur syahidnya anak beliau, Amru bin Muadz sampai pada beliau. Namun, hal ini tidak menjadikan beliau patah arang, justru ia sangat mengkhawatirkan   keselamatan Rasulullah. Beliau lantas bersegera ke medan peperangan dan melihat dengan mata kepala sendiri keadaan dan keselamatan Rasulullah saw.  Saat itu juga, beliau memanjatkan puji dan syukur kepada Allah seraya berkata: ”<em>Selagi aku melihat engkau dalam keadaan yang selamat, maka musibah ini (kematian Amru bin Muadz) adalah terasa sangat ringan</em>”</p>
<p>Di saat Perang Khandaq meletus, Rasulullah saw mengarahkan para wanita muslimat dan anak-anak yang turut serta untuk berlindung di dalam benteng Bani Haritsah. Turut bersama mereka ialah Aisyah Ummul Mukminin Radiallahu Anha dan Ummu Saad. Aisyah menuturkan bahawa Saad bin Muadz berlalu untuk menyertai pasukan perang dengan mengenakan baju besi yang pendek.  Beliau juga menyandang tombak yang dibanggakannya sambil melantunkan bait syair Hamal bin Sa’danah Al-Kalby: Teguhkan hatimu barang sejenak dalam gejolak medan laga; Jangan pedulikan kematian jika sudah tiba saatnya. Mendengar  perkataan anaknya, Ummu Saad lantas menasihatkan anaknya agar bersegera supaya tidak ketinggalan walau sesaatpun tanpa bersama-sama Rasulullah. Beliaulah yang tidak henti-henti menasihati dan meniupkan semangat jihad di dalam dada anak-anaknya. Beliau berkata:<br />
<em>”Wahai anakku, cepatlah berangkat karena demi Allah, engkau sudah terlambat!”</em><br />
Di dalam peperangan tersebut, Saad terkena anak panah lemparan Hibban Al-Urqah yang memutuskan urat di dekat mata kakinya. Saat itu, Saad sempat berdoa kepada Allah dengan doanya yang sangat masyur,  ”<em>Ya Allah, jika Engkau masih menyisakan peperangan melawan Quraisy, maka berikanlah aku sisa umur untuk aku menyertainya. Tidak ada kaum yang lebih aku sukai untuk memeranginya kerana Engkau, selain dari kaum yang telah menyakiti Nabi-Mu, mendustakannya dan mengusirnya. Ya Allah, jika Engkau menjadikan peperangan antara kami dengan mereka, maka jadikanlah mati syahid bagiku dan janganlah Engkau uji aku sehingga aku merasakan senang kerana dapat mengalahkan bani Quraizhah</em>”<br />
Tenyata Allah mengabulkan doa Saad bin Muadz.</p>
<p>Sekali lagi, Ummu Saad diuji dengan kehilangan anak beliau. Sungguh kesabaran dan kekuatannya menerima ujian merupakan teladan yang sangat baik. Jasad Saad diusung dan dikebumikan di Baqi’. Kesedihan Ummu Saad  terpancar jelas di wajahnya. Lalu Rasulullah  menghibur beliau dengan bersabda,<br />
” <em>Adakah air matamu tidak dapat dibendung dan apakah kesedihanmu tidak dapat dihilangkan? Sesungguhnya anakmu adalah orang pertama, Allah tersenyum kepadanya dan Arasy bergoncang karena kematiannya</em>“. Hatinya lantas gembira dengan doa yang dipanjatkan Rasulullah. Ia hanya mengharapkan pahala kebaikan di sisi Allah dan RasulNya di atas kematian kedua anaknya  syuhada’.  Beliau mendahulukan kecintaan kepada Allah dan RasulNya di atas segala sesuatu yang di mata manusia lainnya sangat berharga, termasuk harta dan anak-anak.   Beliau layak mendapatkan kabar gembira dari Allah dan RasulNya sebagai penghuni syurga. Sabda Rasulullah :  ” <em>Wahai Ummu Saad, terimalah khabar gembira dan sampaikanlah khabar gembira kepada keluarga mereka, bahawa orang-orang yang terbunuh di antara mereka saling berteman di dalam syurga, semuanya dan mereka diberi syafaat untuk keluarganya</em>”</p>
<p>Memang benar, bahwa fakta saat ini sulit untuk menentukan sosok figur shahabiyah dan keteladanannya, sesulit mencari permata ditengah-tengah hamparan pasir. Namun, bukan berarti fakta ini dijadikan permakluman untuk membenarkan fakta yang salah. Yang salah akan tetap salah, dan yang haq akan selamanya haq, tidak akan kemudian tertukar. Buktinya, kita tidak pernah menyalahkan segala kebaikan yang dilakukan oleh para shahabiyah tadi, justru sebaliknya, kita senantiasa mengenang dan mengaguminya, bahkan tertarik untuk menteladaninya, walaupun bukan suatu hal mudah bagi kebanyakan kaum wanita yang hidup pada masa sekarang ini.</p>
<p>Munculnya shahabiyah-shahabiyah yang menjadi figur wanita yang mengagumkan tadi bukanlah suatu kebetulan, bukan karena sarana kebutuhan yang masih sederhana, bukan pula karena kebutuhan mereka berbeda dengan kaum wanita saat ini, melainkan karena <strong>dilandasi oleh suatu pemahaman Islam ideologis yang tegak di atas keyakinan yang kokoh, yakni aqidah Islamiyah</strong>. Mereka sangat menyadari bahwa konsekuensi dari pemelukan aqidah islamiyah adalah terikat dengan semua aturan-aturan yang terpancar dari aqidah tersebut, mereka belajar untuk memahami aturan-aturan Islam, tidak memilih sebagian aturan saja dan mencampakkan sebagian aturan yang lain. Mereka belum merasa sebagai orang yang memeluk aqidah Islam, kalau mereka tidak siap untuk menanggung resiko keterikatannya dengan hukum Allah, sekalipun mereka harus mengorbankan harta tertingginya, yaitu nyawa. Mereka lebih mencintai Allah dan Rasulnya dibandingkan dengan keluarganya, bukan karena suatu tradisi yang kebetulan pada saat itu, tapi dilandasi oleh suatu pemahaman bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya  adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap muslim dan muslimah. Ummu Sulaim tidak akan mampu menghadapi kemarahan suaminya ‘Malik’ karena keislaman dirinya dan anaknya ‘Anas’, kalau Ummu Sulaim tidak meyakini secara kuat akan aqidah Islam dan menyadari bahwa mendidik anak dengan Islam adalah kewajibannya. Ummu Sulaim tidak tertarik dengan limpahan kekayaan Abu Thalhah sebelum masuk Islam, bukan karena beliau anti kekayaan. Tapi, lebih didasari oleh suatu pemahaman bahwa seorang muslimah diharamkan untuk dinikahi oleh seorang laki-laki kafir, dan beliau sangat menyadari bahwa kekayaan bukanlah segala-galanya. Begitu pula halnya dengan Kabsyah, beliau tidak mungkin bisa mendorong anak-anaknyanya, Saad dan Amru bin Muadz untuk tetap berada di medan perang, kalau ia tidak memahami bahwa aktifitas jihad adalah suatu kewajiban setiap muslim, mundur dari medan perang adalah haram, dan syahid adalah sebaik-baiknya pahala.  Demikian pula ketika mereka ikut bersama-sama barisan Rasulullah dan para shahabat di medan pertempuran, baik di garis belakang dengan menyediakan air dan makanan, merawat yang terluka ataupun menyemangati  kaum lelaki yang perperang,  beberapa di antara mereka pun megirim makanan ke medan pertempuran bahkan ikut berhadapan dengan musuh bersama Rasulullah dan  sahabatnya, seluruhnya dilakukan semata-mata karena kecintaannya kepada Allah dan RasulNya.</p>
<p>Salah satu teladan penting lainnya yang dapat kita ambil dari mereka adalah, kemampuan mereka <strong>mensinergiskan keseluruhan peran dan fungsi yang telah Allah bebankan atas mereka, baik dia sebagai seorang hamba Allah, sebagai istri dan ibu, maupun sebagai anggota masyarakat.</strong> Seluruh kewajiban yang terkait dengan peran-peran dan fungsi itu mampu mereka tunaikan tanpa mengabaikan yang satu dari yang lainnya.  Kesibukan dan beratnya beban mereka dalam mengurus kehidupan rumahtangganya tidak lantas membuat mereka abai terhadap tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah, dan terlebih-lebih lagi sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggungjawab besar untuk bersama-sama kaum Muslimin yang lain membangun kehidupan yang mulia. Demikian pula sebaliknya, kepeduliannya yang besar terhadap persoalan-persoalan masyarakat, yang terwujud dalam keterlibatannya dalam aktivitas politik, tidak lantas pula membuat mereka lalai terhadap kewajibannya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.  Semua, mereka lakukan dengan kesadaran penuh bahwa pelaksanaan atas seluruh peran-peran dan fungsi itu, adalah dalam rangka melaksanakan  kewajiban yang telah Allah bebankan kepada mereka yang suatu saat akan mereka pertanggungjawabkan di akhirat kelak.  <em>Wallahu a’lam bishshawwab.</em><br />
(disarikan dari berbagai sumber).</p>
<p><strong>Oleh : Najmah Saiidah</strong><br />
(Anggota Lajnah Tsaqofiyah, Anggota DPP Muslimah HTI)</p>
<p>www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=167&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/26/bercermin-pada-kepahlawanan-shahabiyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/shabiyah2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">shabiyah2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/shabiyah1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">shabiyah1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air Putih untuk Buka Puasa</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/air-putih-untuk-buka-puasa/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/air-putih-untuk-buka-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[TAUKAH KAMU??]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[buka puasa]]></category>
		<category><![CDATA[khasiat air]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[terapi air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Ketika waktu berbuka, kebanyakan dari kita—jujur saja—lebih tertarik pada air minum yang dingin, berwarna, seperti air jeruk, sirup, kola, dan sebagainya. Padahal, di atas semua itu, air putihlah yang utama. Kenapa? Air dalam tubuh diantaranya berfungsi menjaga kesegaran, membantu pencernaan dan mengeluarkan racun. Namun, tahukah Anda, ternyata banyak manfaat yang direguk dari air putih, selain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=158&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika waktu berbuka, kebanyakan dari kita—jujur saja—lebih tertarik pada air minum yang dingin, berwarna, seperti air jeruk, sirup, kola, dan sebagainya. Padahal, di atas semua itu, air putihlah yang utama. Kenapa?</p>
<p>Air dalam tubuh diantaranya berfungsi menjaga kesegaran, membantu pencernaan dan mengeluarkan racun. Namun, tahukah Anda, ternyata banyak manfaat yang direguk dari air putih, selain nikmatnya kesegaran, apalagi setelah seharian berpuasa.</p>
<p><a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/air.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-159" title="air" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/air.jpeg?w=153&#038;h=168" alt="" width="153" height="168" /></a></p>
<p>Banyak orang yang tidak mengetahui khasiat air selain untuk menghilangkan dahaga saja. Air dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara yang mudah dan murah. Berikut beberapa manfaat air putih yang mungkin dapat kita jadikan acuan saat akan mengkonsumsi minuman di luar dari air putih.<span id="more-158"></span></p>
<p><strong>1. Memperlancar Sistem Pencernaan</strong></p>
<p>Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.</p>
<p><strong>2. Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati.</strong></p>
<p><strong> </strong>Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.</p>
<p><strong>3. Perawatan Kecantikan</strong> Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh pun harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.</p>
<p><strong>4. Menyehatkan Jantung</strong></p>
<p>Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.</p>
<p><strong>5. Melangsingkan Badan</strong></p>
<p>Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.</p>
<p><strong>6. Tubuh Lebih Bugar</strong></p>
<p>Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.</p>
<p><strong>7. Penyeimbang tubuh .</strong></p>
<p>Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh. Jadi ketika malam hari, pastikan cukup air putih masuk ke dalam tubuh.</p>
<p>Air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.</p>
<p>Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara di sekitarnya.</p>
<p>Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.</p>
<p>Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!</p>
<p>Jika berada di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu. (sa/berbagaisumber)</p>
<p>eramuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=158&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/air-putih-untuk-buka-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/air.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">air</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Yang Selalu Menempati Ucapannya</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/orang-yang-selalu-menempati-ucapannya/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/orang-yang-selalu-menempati-ucapannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[tepat]]></category>
		<category><![CDATA[ucapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Begitu indahnya hamparan bumi. Udara yang terus memberi oksigin kehidupan. Tak pernah terbatas bagi manusia. Angin bertiup setiap pagi dengan sejuk, menciptakan kelembutan dalam kehidupan. Burung-burung berkicau, dan binatang lainnya, berkerjaran dan semuanya menandakan adanya kehidupan. “Siapa yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=154&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu indahnya hamparan bumi. Udara yang terus memberi oksigin kehidupan. Tak pernah terbatas bagi manusia. Angin bertiup setiap pagi dengan sejuk, menciptakan kelembutan dalam kehidupan. Burung-burung berkicau, dan binatang lainnya, berkerjaran dan semuanya menandakan adanya kehidupan.</p>
<p><a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/janji.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-155" title="janji" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/janji.jpeg?w=225&#038;h=168" alt="" width="225" height="168" /></a></p>
<p>“Siapa yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui”. (Al-Qur’an, Yaasin : 81).<span id="more-154"></span></p>
<p>Subhanallah. Alangkah besar kekuasaan Allah Azza Wa Jalla. Umar Ibn Khattab r.a. berkata , “Demi Allah, sekiranya tidak ada hari Kiamat,niscaya keadaan seperti yang kalian saksikan”. Maksdunya, apa yang dikatakan Umar Ibn Khattab r.a. itu, seandainya tidak ada hari kebangkitan, tentu yang kuat akan memangsa yang lemah, orang-orang zalim akan merajalela, dan para tiran akan berubat angkara murka. Mereka akan terus melakukan kerusakan di muka bumi, tanpa henti-hentinya. Karena, mereka mengira bahwa segala perbuatan mereka, tanpa mendapatkan ganjaran. Tapi, kelak sesudah hari kebangkitan di akhirat, tidak ada manusia yang tidak mendapatkan balasan. Semuanya, mendapatkan balasan, sesuai dengan amal yang telah mereka kerjakan selama di bumi ini. Tak terlepas para tiran yang durjana dan orang-orang zalim, mereka tak akan terlepas dari hukuman dari Allah Azza Wa Jalla.</p>
<p>Hai orang yang lupa daratan, bayangkan dirimu berdiri<br />
di hari kiamat, sementara langit berguncang dahsyat,<br />
jika dikatakan Nuruddin datang sebagai muslim,<br />
waspadalah jika kamu datang tanpa punya cahaya,<br />
kamu jauhi  c awan arak, enggan mereguknya,<br />
tapi ‘cawan-cawan haram’ yang lain tetap beredar sekelilingmu.</p>
<p>Kapan engkau akan menghisab dirimu, yang sudah penuh dengan lumuran dosa, dan pengadilan (hisab) dari Allah Rabbul alamin, pasti akan tiba. Tidak ada satupun manusia di alam raya ini, nanti dapat selamat dari pengadilan dan janji Allah Rabbul Aziz ini.</p>
<p>Nabi Ibrahim suatu hari melihat bangkai seekor hewan yang mati di tepi pantai dan dimakan binatang buas. Ia memperhatikannya dengan penuh keheranan. “Bagaimana Allah akan mengembalikan bentuknya pada hari kiamat , kalau dia sudah dimakan binatang buas dan burung liar?”.<br />
“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perhatikanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati’. Allah berfirman, Belum percayakah engkau?’ Dia (Ibrahim) menjawab, Aku percaya, tetap agar hatiku (tenang) mantap”. Al-Baqarah, 260)</p>
<p>Hai orang yang ragu akan kekuasaan Allah. Hai oran yang meragukan kebangkitan. Tunggu saja saatnya Allah membangkitkan seluruh manusia dari pertama hingga terakhir, ketika Dia menyeru untuk menghadapi hari yang tidak diragukan. “Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah)”. (Thaha : 108)</p>
<p>Sungguh! Tidak ada gunanya kekayaan<br />
Ketika napas tersengal di dada.</p>
<p>Itulah bait dari karya Hatim ath-Tha’i, dermawan Arab yang kerdermawanannya tidak berguna bagi dirinya, sebab ketika hidup ia tidak melakukan persiapan-persiapan guna menghadapi saat menjelang datangnya kematian. Adi bin Hatim bertanya kepada Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah. Ayahku dahulu senantiasa memuliakan para tamu, meringankan beban orang lain, dan membantu menegakkan kebenaran. Lalu, jawab Rasulullah, “Tidak! Ayahmu dulu mengharapkan sesuatu dan ia telah mendapatkannya”, ucap Rasulullah.</p>
<p>Maksud bait syair Hatim diatas adalah , demi Allah, tidak berguna kekayaan, kedudukan, ataupun pangkat, apabila dada sudah sesak, dan nyawa sudah didekat kerongkongan, dan sakaratul mau telah menjemput. Semuanya pupus.</p>
<p>Umar jujur dalam do’anya. Sesampainya di Madinah, sebagian shahabat berkata, “Wahai Amirul Mukminin, anda berharap mati syahid di Madinah?! Orang yang menginginkan mati syahid mestinya pergi medan pertempuran”, ucap seorang shahabat. “Begitulah aku bermohon. Semoga Allah mengabulkan permohonanku itu, jawab Umar.</p>
<p>Pada suatu malam, Umar bermimpi seakan seekor ayam kalkum mamatuknya tiga kali. Beliau lantas menanyakan mimpi itu kepda orang-orang yang ahli menakwil mimpi. Mereka memeritahunya, “Anda akan dibunuh oleh seorang lelaki non-Arab”.</p>
<p>Kemudian, Umar menitipkan diri kepada Allah, dan pergi melaksanakan shalat shubuh, dan saat itulah Umar ditikam di mihrab dan mati syahid, di tempat yang paling bagus, dan sedang melaksakan kewajiban yang paling mulia. Orang-orang pun menggotongnya. Umar bertanya, “Sudah selesaikah aku shalat shubuh?”. “Belum’, jawab mereka. Lalu, Umar pingsan. Tatkala pipinya diletkkan diatas bantal, Umar berkata, “Angkatlah bantal ini dari bawah kepalaku! Letakkan kepalaku diatas tanah. Semoga Allah merahmatiku”, ucapnya lirih.</p>
<p>Ibnu Mas’ud r.a, berkata, “Masuknya engkau ke dalam Islam adalah kemenangan, hijrahmu adalah penaklukan, da pemerintahanmu adalah rahmat”, ucapnya. “Engkau telah berindak sebagai orang yang shadiq”, tambah Ibnu Mas’ud. Wallahu’alam.</p>
<p>sumber : link:</p>
<p>http://eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/orang-yang-selalu-menempati-ucapannya.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=154&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/orang-yang-selalu-menempati-ucapannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/janji.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">janji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rela Menyerahkan Nyawanya, Demi Umatnya &#8230;</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/rela-menyerahkan-nyawanya-demi-umatnya/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/rela-menyerahkan-nyawanya-demi-umatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 03:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[goVernment]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin negara]]></category>
		<category><![CDATA[ummat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[“Ya Allah. Sesungguhnya saya telah memberikan semuanya kepada fakir miskin warga Madinah secara cuma-cuma, dan memperhitungkan harganya”. Kecintaan kepada Al-Qur’an dan pola yang diikutinya dalam beribadah, baginya bukan hanya sekedar bangun untuk mengerjakan shalat di waktu malam dan shaum di waktu siang hari saja, tetapi kemurahan juga yang sangat berlimpah dan pemberian yang tidak terbatas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=151&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Ya Allah. Sesungguhnya saya telah memberikan semuanya kepada fakir miskin warga Madinah secara cuma-cuma, dan memperhitungkan harganya”.</p>
<div id="attachment_152" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/pemimpin.jpeg"><img class="size-full wp-image-152 " title="pemimpin" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/pemimpin.jpeg?w=250&#038;h=170" alt="pemimpin ummat amanah.." width="250" height="170" /></a><p class="wp-caption-text">pemimpin ummatyg  amanah..</p></div>
<p>Kecintaan kepada Al-Qur’an dan pola yang diikutinya dalam beribadah, baginya bukan hanya sekedar bangun untuk mengerjakan shalat di waktu malam dan shaum di waktu siang hari saja, tetapi kemurahan juga yang sangat berlimpah dan pemberian yang tidak terbatas kepada orang-orang yang miskin. Kasih sayangnya kepada mereka tak terbatas, bagaikan lautan yang tak bertepi.<span id="more-151"></span></p>
<p>Ruh hamba Allah ini, kian kemilau, disebabkan kemampuannya untuk hidup bersahaja, dan tidak terpengaruh oleh kemewahan dunia. Dan, hal ini benar-benar diterapkan dalam kehidupannya. Kekayaan yang dimiliki yang jumlahnya tak terhingga itu, dihamburkannya dengan kanan dan kirinya, hingga tak lagi bersisa.</p>
<p>Sysurabil bin Muslim berkisah : “Utsman menyediakan makanan bagi kaum muslimin seperti makanan raja-raja. Padahal, ia sendiri hanya makan dengan minyak zaitun dan cuka”, ujarnya. Demikian pula, Abdullah bin Syaddat, mengisahkan : “Saya lihat Utsman berkhutbah hari Jum’at dengan memakain pakaian yang harganya empat atau lima dirham saja. Padahal, ia adalah seorang Amirul Mukminin”, ucapnya.</p>
<p>Demikianlah, peringai seorang hamba Allah, yang berserah diri kepada Allah. Nafsu makannya ditekan dengan jalan puasa, dihinakannya kemegahan jahiliyah dalam jiwanya, dan dicukupkannhya hanya dengan kemuliaan Islam, hingga dirinya pun menjadi mulia.</p>
<p>Pada suatu hari, ia marah terhadap pelayannya, ditariknya telinga pelayan itu sampai kesakitan. Ketika marahnya reda, ia menjadi gelisah karena perbuatannya itu. Sampai mengganggu tidurnya. Lalu, dipanggilnya pelayan itu, dan disuruhnya melakukan qishas terhadap dirinya dengan cara menarik telinganya. Tetapi, pelayan itu berpaling, dan tidak bersedia melakukannya. Utsman dengan gigih memaksanya. Kemudian, pelayan itu, akhirnya mau menarik telinga Utsman. “Keraskanlah tarikannya, hai Gulam?”, perintah Utsman. “Karena, qishas di dunia ini lebih ringan, dibandingkan qishas di akhirat nanti”, tambahnya.</p>
<p>Demikian, keadaan hamba Allah yang tak dirinya tak terpisahkan dari Khaliqnya. Kita temui ia pada peristiwa ini, dan sebagaimana kita jumpai dalam peristiwa lainnya. Sekrang marilah masuk ke dalam masjid Madinah untuk menemui seorang laki-laki mulia dan berwibawa. Anehnya, ia tidur diatas batu kerikil dilantai masjid, sementara jubahnya dijadikan bantal. Tatkala ia terbangun dari tidurnya, terlihat bekas-bekas kerikil itu dipinggangnya…</p>
<p>Siapakah laki-laki itu?</p>
<p>Ternyata ia adalah seorang hamba ahli ibadah, dan zuhud yang telah menyerahkan dirinya yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla. Dia tiada lain adalah Utsman bin Affan, seorang milyader, yang kaya raya, dan harta tak terhingga, baik sebelulm maupun sesudah masuk ke dalam Islam. Peristiwa ini mengingatkan kita kepada Abdullah bin Umar mengenai dirinya (Utsman), yakni perkataan yang diucapkannya setelah membaca surah Az-Zumar. “Apakah kalian yang lebih beruntung hai orang-orang musyrik? Ataukah orang yang beribadah di tengan malam dengan sujud dan berdiri, disebabkan karena takuktnya kepada (siksa) akhirat, dan harapannya akan rahmat Rabbnya..”</p>
<p>Kata Abdullah bin Umar, yang dimaksudkan dengan ayat ini, tak lain, adalah Utsman bin Affan.<br />
Kisah kasih sayangnya Utsman, sangatlah menakjubkan. Merasuk pada seluruh relung kehidupannya. Dan, sama sekali tak dapat dipungkiri lagi, sejak dari perbuatan yang kecil dan biasa, sampai tindaknnya yang penting. Kasih sayangnya benar-benar telah menjadi motive utama yang melatar belakangi segala tindak dan perbuatannya.</p>
<p>Di tengah malam, Utsman yang telah menjad Khalifah, tidak tega membangunkan pelayannya, agar menyediakan air wudhu. Padahal, waktu itu usianya sudah sangat lanjut, dan badannya sudah mulai udzur.</p>
<p>Utsman menolak berlindung kepada orang lain dalam menghindarkan diri dari tebasan pedang para pembunuhnya. Ia tidak mau kebebasannya harus ditebus dengan cucuran darah dari tubuh seorang muslim yang tiada bersalah. Tatkala Zaib bin Tsabit masuk untuk mendapatkannya, dilihatnya kaum pemberontak telah berhimpun sesamanya dan sudah mengepung rumahnya. Maka, Tsabit berkata kepada Utsman, “Wahai Amirul Mukminin, mereka (orang-orang Anshar) s edang menunggu di depa pintu. JIka Khalifah menghendakinya, kami bersedia menjadi Anshar (pembela) untuk keduakalinya”, ucap Tsabit. Tetapi, Khalifah Utsman menjawab, “Kalau untuk berperang, saya tidak setuju”, jawabnya.</p>
<p>Kepada para sahabatnya hyang sedang berkumpul di sekeliling rumahnya dalam rangka menghadapi kaum pemberontak, diserukannya, “Sesungguhnya orang yang teramat saya perlukan diantara tuan-tuan sekarang ini adalah orang yang dapat menahan tangan dan senjatanya”, seru Utsman. Tatkala Abu Hurairah menghunus pedang dengan semangat dan amarah yang bernyala-nyala, dipanggilnya ia, lalu berkata: “Apakah engkau hendak membunuah semua umat? Padahal, saya berada di tengah-tengah mereka ..? Demi Allah. Seandainya engkau membunuh salah seorang diantara mereka, berarti engkau membunuh seluruh ..!”, seru Utsman.</p>
<p>Tatkala dilihatnya serombongan pemuda Islam yang dipimpin oleh Hasan, Husein, Ibnu Umar, Ibnu Zubeir telah menggantikan pada sahabat tadi, dan mereka telah menghunus pedang pula, maka hatinya pun amat sedih dan pilu. Diapanggilnya mereka, kemudian Utsman berkata : “Atas nama Allah. Saya minta dan saya mohon kepada kamu sekalian agar tak ada darah tertumpah karena saya”, ucapnya.</p>
<p>Utsman rela menyerahkan nyawanya. Ia lebih suka mati dengan kesetiaannya terhadap kasih sayang. Daripada hidup dengan kehilangan kedudukan sebagai pelopor dari orang yang budiman yang penuh dengan kasih sayang. Sahabat Ali bin Abi Thalib, menyatakan : “Orang yang paling memperhatikan ikatan silaturrahmi di antara kita adalah Utsman”, ucapnya.</p>
<p>Begitu indahnya kehidupan yang dicontohkan oleh sahabat Utsman bin Affan, yang menjadi contoh bagi kehidupan kaum mukminin, yang ingin meniti dijalan Rabbnya. Wallahu’alam. (mashadi@eramuslim.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=151&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/rela-menyerahkan-nyawanya-demi-umatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/pemimpin.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">pemimpin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RENUNGAN : Kisah Nabi Yusuf As dan Hawa Nafsu</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/19/renungan-kisah-nabi-yusuf-as-dan-hawa-nafsu/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/19/renungan-kisah-nabi-yusuf-as-dan-hawa-nafsu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 06:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[CINTA]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta buta]]></category>
		<category><![CDATA[hawanafsu]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[(Dalam kisah ini disebutkan bahaya berkhalwat (berduaan) dengan wanita ajnabiyah (bukan isteri atau budak dan bukan mahram), khususnya wanita-wanita yang dikhawatirkan akan menjerumuskan kepada fitnah. Juga anjuran agar menjauhi perasaan cinta atau suka yang dapat menimbulkan mudarat.) Wallahu a’lam bishshawwab. Yusuf hidup tenang dan tenteram di rumah Futhifar, Ketua Polis Mesir, sejak ia menginjakkan kakinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=148&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Dalam kisah ini disebutkan bahaya berkhalwat (berduaan) dengan wanita ajnabiyah (bukan isteri atau budak dan bukan mahram), khususnya wanita-wanita yang dikhawatirkan akan menjerumuskan kepada fitnah. Juga anjuran agar menjauhi perasaan cinta atau suka yang dapat menimbulkan mudarat.) Wallahu a’lam bishshawwab.</p>
<p><a href="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/cinta2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-149" title="cinta2" src="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/cinta2.jpg?w=320&#038;h=207" alt="" width="320" height="207" /></a><br />
Yusuf hidup tenang dan tenteram di rumah Futhifar, Ketua Polis Mesir, sejak ia menginjakkan kakinya di rumah itu.<br />
Ketenangan hidup dan kepuasan hati yang diperdpt oleh Yusuf selama ia tinggal di rumah Futhifar, telah mempengaruhi kesihatan dan pertumbuhan tubuhnya. Ia yang telah dikurnai oleh Tuhan kesempurnaan jasmani dengan kehidupan yang senang dan empuk di rumah Futhifar, makin terlihat tambah segar wajahnya, tambah elok parasnya dan tambah tegak tubuhnya, sehingga ia merupakan seorang pemuda remaja yang gagah perkasa yang menggiurkan hati setiap wanita yang melihatnya, tidak terkecuali isteri Futhifar, majikannya sendiri, bahkan bukan tidak mungkin bahwa ia akan menjadi rebutan lelaki, andai kata ia hidup di kota Sadum di tengah-tangah kaum Nabi Luth ketika itu.<span id="more-148"></span></p>
<p>Pengaulan hari-hari di bawah satu atap rumah antara Yusuf pemuda remaja yang gagah perkasa dan Nyonya Futhifar, seorang wanita muda cantik dan ayu, tidak akan terhindar dari risiko terjadinya perbuatan maksiat, bila tidak ada kekuatan iman dan takwa yang menyekat hawa nafsu yang ammarah bissu. Demikian lah akan apa yang terjadi terhadap Yusuf dan isteri Ketua Polis Mesir.<br />
Pada hari-hari pertama Yusuf berada di tengah-tengah keluarga , Nyonya Futhifar tidak menganggapnya dan memperlakukannya lebih dari sebagai pembantu rumah yang cekap, tangkas, giat dan jujur, berakhlak dan berbudi pekerti yang baik. Ia hanya mengagumi sifat-sifat luhurnya itu serta kecekapan dan ketangkasan kerjanya dalam menyelesaikan urusan dan tugas yang pasrahkan kepadanya. Akan tetapi memang rasa cinta itu selalu didahului oleh rasa simpati.</p>
<p>Simpati dan kekaguman Nyonya Futhifar terhadap cara kerja Yusuf, lama-kelamaan berubah menjadi simpati dan kekaguman terhadap bentuk banda dan paras mukanya. Gerak-geri dan tingkah laku Yusuf diperhatika dari jauh dan diliriknya dengan penuh hati-hati. Bunga api cinta yang masih kecil di dalam hati Nyonya Futhifar terhadap Yusuf makin hari makin membesar dan membara tiap kali ia melihat Yusuf berada dekatnya atau mendengar suaranya dan suara langkah kakinya. Walaupun ia berusaha memandamkan api yang membara di dadanya itu dan hedak menyekat nafsu berahi yang sedang bergelora dalam hatinya, untuk menjaga maruahnya sebagai majikan dan mepertahankan sebagai isteri Ketua Polis, namun ia tidak berupaya menguasai perasaan hati dan hawa nasfunya dengan kekuatan akalnya. Bila ia duduk seorang diri, maka terbayanglah di depan matanya akan paras Yusuf yang elok dan tubuhnya yang bagus dan tetaplah melekat bayangan itu di depan mata dan hatinya, sekalipun ia berusaha untuk menghilangkannya dengan mengalihkan perhatiannya kepada urusan dan kesibukan rumahtangga. Dan akhirnya menyerahlah Nyonya Futhifar kepada kehendak dan panggilan hati dan nafsunya yang mnedpt dukungan syaitan dan iblis dan diketepikanlahnya semua pertimbangan maruah, kedudukan dan martabat serta kehormatan diri sesuai dengan tuntutan dengan akal yang sihat.</p>
<p>Nyonya Futhifar menggunakan taktik, mamancing-mancing Yusuf agar ia lebih dahulu mendekatinya dan bukannya dia dulu yang mendekati Yusuf demi menjaga kehormatan dirinya sebagai isteri Ketua Polis. Ia selalu berdandan dan berhias rapi, bila Yusuf berada di rumah, merangsangnya dengan wangi-wangian dan dengan memperagakan gerak-geri dan tingkah laku sambil menampakkan, seakan-akan dengan tidak sengaja bahagian tubuhnya yang biasanya menggiurkan hati orang lelaki.<br />
Yusuf yang tidak sedar bahwa Zulaikha, isteri Futhifar, mencintai dan mengandungi nafsu syahwat kepadanya, menganggap perlakuan manis dan pendekatan Zulaikha kepadanya adalah hal biasa sesuai dengan pesanan Futhifar kepada isterinya ketika dibawa pulang dari tempat perlelongan. Ia berlaku biasa sopan santun dan bersikap hormat dan tidak sedikit pun terlihat dari haknya sesuatu gerak atau tindakan yang menandakan bahwa ia terpikat oleh gaya dan aksi Zulaikha yang ingin menarik perhatiannya dan mengiurkan hatinya. Yusuf sebagai calon Nabi telah dibekali oleh Allah dengan iman yang mantap, akhlak yang luhur dan budi pekerti yang tinggi. Ia tidak akan terjerumus melakukan sesuatu maksiat yang sekaligus merupakan perbuatan atau suatu tindakan khianat terhadap orang yang telah mempercayainya memperlakukannya sebagai anak dan memberinya tempat di tengah-tengah keluarganya.</p>
<p>Sikap dingin dan acuh tak acuh dari Yusuf terhadap rayuan dan tingkah laku Zulaikha yang bertujuan membangkitkan nafsu syahwatnya menjadikan Zulaikha bahkan tambah panas hati dan bertekad dkan berusaha terus sampai maksudnya tercapai. Jika aksi samar-samar yang ia lakukan tetap tidak dimengertikan oleh Yusuf Yang dianggapkannya yang berdarah dingin itu, maka akan dilakukannya secara berterus terang dan kalau perlu dengan cara paksaan sekalipun.<br />
Zulaikha , tidak tahan lebih lama menunggu reaksi dari Yusuf yang tetap bersikap dingin , acuh tak acuh terhadap rayuan dan ajakan yang samar-samar daripadanya. Maka kesempatan ketika si suami tidak ada di rumah, masuklah Zulaikha ke bilik tidurnya seraya berseru kepada Yusuf agar mengikutinya. Yusuf segera mengikutinya dan masuk ke bilik di belakang Zulaikha, sebagaimana ia sering melakukannya bila di mintai pertolongannya melakukan sesuatu di dalam bilik. Sekali-kali tidak terlintas dalm fikirannya bahwa perintah Zulaikha kali itu kepadanya untuk masuk ke biliknya bukanlah perintah biasa untuk melekukan sesuatu yang biasa diperintahkan kepadanya. Ia baru sedar ketika ia berad di dalam bilik, pintu dikunci oleh Zulaikha, tabir disisihkan seraya berbaring berkatalah ia kepada Yusuf: &#8221; Ayuh, hai Yusuf! Inilah aku sudah siap bagimu, aku tidak tahan menyimpan lebih lama lagi rasa rinduku kepada sentuhan tubuhmu. Inilah tubuhku kuserahkan kepadamu, berbuatlah sekehendak hatimu dan sepuas nafsumu.&#8221;</p>
<p>Seraya memalingkan wajahnya ke arah lain, berkatalah Yusuf:&#8221; Semoga Allah melindungiku dari godaan syaitan. Tidak mungkin wahai tuan puteriku aku akan melakukan maksiat dan memenuhi kehendakmu. Jika aku melakukan apa yang tuan puteri kehendaki, maka aku telah mengkhianati tuanku, suami tuan puteri, yang telah melimpahkan kebaikannya dan kasih sayangnya kepadaku. Kepercayaan yang telah dilimpahkannya kepadaku, adalah suatu amanat yang tidak patut aku cederai. Sesekali tidak akanku balas budi baik tuanku dengan perkhianatan dan penodaan nama baiknya. Selain itu Allah pun akan murka kepadaku dan akan mengutukku bila bila aku lakukan apa yang tuan puteri mintakan daripadaku. Allah Maha Mengetahui segala apa yang diperbuat oleh hambanya.</p>
<p>Segera mata Zulaikha melotot dan wajahnya menjadi merah, tanda marah yang meluap-luap, akibat penolakan Yusuf tehadap ajaknya. Ia merasakan dirinya dihina dan diremehkan oleh Yusuf dengan penolakannya, yang dianggapnya suatu perbuatan kurang ajar dari seorang pelayan terhadap majikannya yang sudah merendahkan diri, mengajaknya tidur bersama, tetapi ditolak mentah-mentah. Padhal tidak sedikit pembesar pemerintah dan orang-orang berkedudukan telah lama merayunya dan ingin sekali menyentuh tubuhnya yang elok itu, tetapi tidak dihiraukan oleh Zulaikha.</p>
<p>Yusuf melihat mata Zulaikha yang melotot dan wajahnya yang menjadi merah, menjadi takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan segera lari menuju pintu yang tertutup, namun Zulaikha cepat-cepat bangun dari ranjangnya mengejar Yusuf yang sedang berusaha membuka pintu, ditariknyalah kuat-kuat oleh Zulaikha bahagian belakang kemejanya sehingga terkoyak. Tepat pada masa mereka berada di belakang pintu sambil tarik menarik, datanglah Futhifar mendapati mrk dalam keadaan yang mencurigakan itu.</p>
<p>Dengan tiada memberi kesempatan Yusuf membuka mulut, berkatalah Zulaikha cepat-cepat kepada suaminya yang masih berdiri tercengang memandang kepada kedua orang kepercayaan itu:&#8221; Inilah dia Yusuf , hamba yang engkau puja dan puji itu telah berani secara kurang ajar masuk ke bilikku dan memaksaku memenuhi nafsu syahwatnya. Berilah ia ganjaran yang setimpal dengan perbuatan biadabnya. Orang yang tidak mengenal budi baik kami ini harus dipenjarakan dan diberika seksaan yang pedih.&#8221;</p>
<p>Yusuf mendengar laporan dan tuduhan palsu Zulaikha kepada suaminya, tidak dpt berbuat apa-apa selain memberi keterangan apa yang terjadi sebenarnya. Berkatalah ia kepada majikannya, Futhifar:&#8221; Sesungguhnya dialah yang menggodaku, memanggilkan aku ke biliknya, lalu memaksaku memenuhi nafsu syahwatnya. Aku menolak tawarannya itu dan lari menyingkirinya, namun ia mengejarku dan menarik kemejaku dari belakang sehingga terkoyak.&#8221;<br />
Futhifar dalam keadaan bingung. Sipakah diantara kedua orang yang benar? Yusufkah yang memang selama hidup bersama dirumahnya belum pernah berkata dusta, atau Zulaikhakah yang dalam fikirannya tidak mungkin akan mengkhianatinya? Dalam keadaan demikian itu tibalah sekonyong-konyong seorang dari keluarga Zulaikha, iaitu saudaranya sendiri yang dikenal bijaksana, pandai dan selalu memberi pertimbangan yang tepat bila dimintai fikiran dan nasihatnya. Atas permintaan Futhifar untuk memberinya pertimbangan dalam masalah yang membingungkan itu, berkatalah saudaranya:&#8221; Lihatlah, bila kemeja Yusuf terkoyak bahgian belakangnya, maka ialah yang benar dan isterimu yang dusta. Sebaliknya bila koyak kemejanya di bahagian hadapan maka dialah yang berdusta dan isterimu yang berkata benar.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=148&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/19/renungan-kisah-nabi-yusuf-as-dan-hawa-nafsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://intansafitria.files.wordpress.com/2009/11/cinta2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cinta2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA ISLAM MEMBABAT MAFIA HUKUM</title>
		<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/17/cara-islam-membabat-mafia-hukum/</link>
		<comments>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/17/cara-islam-membabat-mafia-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 05:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[goVernment]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[islam keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[mafia hukum]]></category>
		<category><![CDATA[peradilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intansafitria.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[[Al-Islam 480] Masyarakat luas telah mengikuti pemutaran rekaman sebagian dari episode kisruh “cicak-buaya” yang disiarkan langsung oleh televisi selama kurang lebih 4,5 jam pada tanggal 3 November 2009. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tersebut hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang terjadi sesungguhnya: adanya mafia hukum/peradilan. Pemutaran rekaman telepon hasil penyadapan KPK yang ditonton oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=146&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>[Al-Islam 480]</strong> Masyarakat luas telah mengikuti pemutaran rekaman sebagian dari episode kisruh “cicak-buaya” yang disiarkan langsung oleh televisi selama kurang lebih 4,5 jam pada tanggal 3 November 2009. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tersebut hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang terjadi sesungguhnya: adanya mafia hukum/peradilan.</p>
<p>Pemutaran rekaman telepon hasil penyadapan KPK yang ditonton oleh masyarakat luas itu kemudian menjadi pendorong kuat bagi mereka untuk menggugat seluruh instrumen penegak hukum dan sistem peradilan yang ada. Gugatan tersebut kemudian mereka lampiaskan baik di dunia nyata (mulai demonstrasi hingga unjuk seni parodi) maupun di dunia maya/internet (mulai dari ekspresi kekecewaan hingga kecaman).<span id="more-146"></span></p>
<p>Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum pun makin rendah. Menurut jajak pendapat <em>Kompas</em>, 89,8% masyarakat percaya bahwa keputusan hukum di Indonesia bisa dibeli dengan uang (<em>Kompas</em>, 9/11/09).</p>
<p>Singkatnya, masyarakat seperti terbuka matanya dan mulai menyadari betapa suap-menyuap dan korupsi telah berurat akar dan menjadi lazim di negeri ini, khususnya di dunia peradilan.</p>
<p><strong>Mafia Hukum: Bukti Nyata Kebobrokan Sistem Hukum dan Peradilan Sekular</strong><strong> </strong></p>
<p>Kasus di atas menjadi bukti nyata betapa amburadulnya sistem hukum dan peradilan sekular di Indonesia; baik menyangkut aparat penegak hukum, lembaga-lembaga hukum yang ada maupun undang-undang dan peraturan yang dijadikan acuannya. Undang-undang yang ada gagal mengatasi seluruh kasus hukum di masyarakat yang membutuhkan keadilan. Akibatnya, masih sering dibutuhkan adanya payung hukum baru seperti Perppu ataupun produk hukum yang lain saat UU atau peraturan yang ada dianggap tidak cukup memadai. Aparat dan lembaga hukum yang ada pun dianggap tidak cukup memadai dalam menangani banyak kasus hukum dan peradilan. Akibatnya, dibentuklah kemudian Tim Pencari Fakta (TPF) atas sejumlah kasus hukum di negeri ini sering terjadi. Terakhir, dalam kisruh KPK-Polri, dibentuk Tim 8 oleh Presiden. Sebagian pihak menilai kebijakan ini menjadi <em>blunder</em> dan kontradiktif (berlawanan) dengan sistem hukum yang ada, juga dengan sejumlah lembaga penegak hukum yang ada.</p>
<p>Sementara itu, Global Corruption Report melansir sekitar US$ 40 miliar (sekitar Rp 400 triliun) digunakan dunia usaha untuk menyuap pejabat setiap tahun. Pemberian suap itu bertujuan untuk memudahkan bisnis dan bahkan ada yang bermotif politik: mempertahankan pemerintahan yang korup! Suap sepertinya sudah menjadi “tradisi” dalam berbagai macam urusan apapun di negeri ini. “Semua itu dilakukan dengan modus operandi yang sangat terorganisasi,” kata Ketua Dewan Pengurus Transparansi Internasional Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis saat peluncuran Global Corruption Report 2009, di Jakarta, Rabu (7/10).</p>
<p>Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas Muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia. Bahkan koran Singapura, <em>The Strait Time</em>, sekali waktu pernah menjuluki Indonesia sebagai “<em>the envelope country”</em> karena segala hal bisa dibeli; entah itu lisensi, tender, wartawan, hakim, jaksa, polisi, petugas pajak atau yang lain.</p>
<p>Kasus korupsi yang ditangani KPK sejak Januari 2008-Agustus 2009 didominasi oleh modus suap. Menurut data ICW (Indonesia Coruption Watch), dari 95 kasus, ada 34 kasus (35,79 persen) modusnya suap; menyusul <em>mark up</em> 19 kasus (20 persen), penggelapan atau pungutan 18 kasus (18,95 persen), penyalahgunaan anggaran 15 kasus (15,79 persen), penunjukan langsung 8 kasus (8,42 persen), dan 1 kasus pemerasan. “Modus korupsi terbanyak yang diungkap KPK adalah suap.</p>
<p>Adapun dilihat dari latar belakangan profesi, tersangka korupsi paling dominan adalah swasta. Dari 95 tersangka: 19 di antaranya adalah swasta; disusul anggota DPR/DPRD 18 orang, pejabat eselon dan pimpro 17 orang; duta besar, pejabat konsulat dan imigrasi ada 13 orang; kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) 12 orang; dewan gubernur/pejabat Bank Indonesia 7 orang; pejabat BUMN 5 orang; komisi negara 2 negara; aparat hukum dan BPK masing-masing 1 orang. Mereka tersangkut kasus kejahatan baik karena korupsi yang merugikan keuangan negara, terlibat suap, menerima gratifikasi (hadiah) atau melakukan penggelapan, pemerasan, dan perbuatan curang lainnya.</p>
<p>Mantan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie menyebut lebih dari Rp 300 triliun dana—baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumberdaya alam—menguap masuk ke kantong para koruptor. Selain itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara sering merugikan rakyat. Heboh privatisasi sejumlah BUMN, lahirnya perundang-undangan aneh (semacam UU Energi, UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan), adanya impor gula dan beras dan sebagainya dituding banyak pihak sebagai kebijakan yang sangat kolutif karena di belakangnya ada praktik korupsi.</p>
<p>Melihat semua fakta di atas, tentu tidak salah jika masyarakat sampai pada sebuah kesimpulan, <em>mafioso peradilan</em> betul-betul telah mengakar dan meruntuhkan sistem peradilan di negeri ini. Akibatnya, jalannya roda pemerintahan terganggu, karena para birokrat tidak bekerja secara optimal. Efek dominonya, masyarakat semakin menderita dan menggantang asap keadilan.</p>
<p>Pertanyaannya, akankah umat Islam yang menjadi mayoritas dan sekaligus “penentu hitam-putihnya negeri ini” tetap mempertahankan produk hukum dan peradilan dari sistem sekular yang terbukti bobrok seperti saat ini? Tentu tidak! Jika demikian, apa solusinya?</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Solusi Islam</strong></p>
<p>Sebagai sebuah sistem hidup yang paripurna, yang berasal dari sang Pencipta yang Mahaseperuna, Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>, Islam memiliki sejumlah cara yang sangat gamblang untuk menanggulangi berbagai masalah manusia, khususnya dalam upaya mencegah terjadinya kasus korupsi, suap-menyuap dan maraknya mafia peradilan. Di antaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. <em>Sistem penggajian yang layak</em>.</p>
<p>Sebagai manusia biasa, para pejabat/birokrat tentu memerlukan uang untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya. Untuk itu, agar bisa bekerja dengan tenang dan tak tergoda untuk berbuat curang, mereka harus diberi gaji dan fasilitas yang layak. Rasul saw. bersabda:</p>
<blockquote><p>«مَنْ وَلِيَ لَنَا عَمَلاً، فَلَمْ يَكُنْ لَهُ زَوْجَةٌ فَلْيَتَزَوَّجْ، أَوْ خَادِمًا فَلْيَتَّخِذْ خَادِمًا، أَوْ مَسْكَنًا فَلْيَتَّخِذْ مَسْكَنًا، أَوْ دَابَّةً فَلْيَتَّخِذْ دَابَّةً، فَمَنْ أَصَابَ شَيْئًا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ غَالٌّ، أَوْ سَارِقٌ»</p>
<p><em>Siapa yang bekerja untukku dalam keadaan tidak beristri, hendaklah menikah; atau tidak memiliki pelayan, hendaklah mengambil pelayan; atau tidak mempunyai rumah, hendaklah mengambil rumah; atau tidak mempunyai tunggangan (kendaraan), hendaknya mengambil kendaraan. Siapa saja yang mengambil selain itu, dia curang atau pencuri! </em><strong>(HR Abu Dawud).</strong></p></blockquote>
<p><em>2. </em><em>Larangan suap dan menerima hadiah. </em></p>
<p>Tentang suap, Rasulullah saw. bersabda:</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p><em>Laknat Allah atas penyuap dan penerima suap</em> <strong>(HR Abu Dawud).</strong></p></blockquote>
<p>Tentang larangan menerima hadiah, Rasul saw. juga bersabda:</p>
<blockquote><p>« مَا بَالُ الْعَامِلِ نَبْعَثُهُ فَيَأْتِي يَقُولُ هَذَا لَكَ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي فَهَلاَّ جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَنْظُرُ أَيُهْدَى لَهُ أَمْ لاَ »</p>
<p><em>Tidak pantas seorang petugas yang kami utus datang dan berkata, “Ini untuk Anda, sementara ini adalah hadiah yang diberikan untuk saya.” Mengapa ia tidak duduk-duduk saja di rumah bapak dan ibunya, lalu memperhatikan, apakah ia akan mendapatkan hadiah atau tidak?! </em><strong>(HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).</strong></p></blockquote>
<p>3. <em>Penghitungan kekayaan pejabat</em>.</p>
<p>Agar tidak berbuat curang, Khalifah Umar ra. selalu menghitung kekayaan para pejabatnya di awal dan di akhir jabatannya. Jika terdapat kenaikan tidak wajar, Khalifah Umar ra. akan memaksa mereka untuk menyerahkan kelebihan itu kepada negara (Lihat: <em>Thabaqât Ibn Sa’ad</em>, <em>Târîkh al-Khulafâ’ as-Suyuthi</em>).</p>
<p><em>4. </em><em>Teladan dari pemimpin. </em></p>
<p>Dengan keteladan pemimpin, tindakan atas penyimpangan akan terdeteksi secara dini. Penyidikan dan penindakan juga tidak sulit dilakukan. Khalifah Umar ra., misalnya, pernah menyita sendiri seekor unta gemuk milik putranya, Abdullah bin Umar ra. Pasalnya, unta tersebut kedapatan ada bersama beberapa unta lain yang digembalakan di padang rumput milik negara. Khalifah Umar ra. menilai hal tersebut sebagai penyalahgunaan fasilitas negara.</p>
<p><em>5. </em><em>Hukuman setimpal. </em></p>
<p>Pada galibnya orang akan takut menerima risiko yang akan mencelakakan dirinya. Hukuman dalam Islam memang berfungsi sebagai <em>zawâjir</em> (pencegah). Dengan hukuman setimpal atas koruptor, misalnya, pejabat akan berpikir seribu kali untuk melakukan korupsi. Dalam hukum Islam, korupsi merupakan kejahatan yang pelakunya wajib dikenai hukuman <em>ta’zîr</em>. Bentuknya bisa berupa hukuman <em>tasyhîr</em> (dipermalukan di depan umum), hukuman kurungan, dll; tentu disertai dengan penyitaan hasil korupsi oleh negara. Khalifah Umar bin Abdul Aziz, misalnya, pernah menetapkan sanksi hukuman cambuk dan penahanan dalam waktu lama terhadap koruptor (Ibn Abi Syaibah, <em>Mushannaf Ibn Abi Syaibah</em>, V/528; <em>Mushannaf Abd ar-Razaq</em>, X/209). Adapun Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. Pernah menyita seluruh harta pejabatnya yang dicurigai sebagai hasil korupsi.</p>
<p><em>6. </em><em>Pengawasan masyarakat.</em></p>
<p>Masyarakat jelas turut berperan dalam menyuburkan atau menghilangkan korupsi. Jika di dalam masyarakat tumbuh budaya anti korupsi, insya Allah masyarakat akan berperan efektif dalam mengawasi setiap tindakan para birokrat sehingga korupsi bisa dicegah.</p>
<p><em>7. </em><em>Pengendalian diri dengan iman yang teguh.</em></p>
<p>Korupsi atau tidak, pada akhirnya memang berpulang pada kekuatan iman dan kontrol diri para birokrat itu sendiri. Dengan iman yang teguh, ia akan merasa selalu diawasi Allah SWT dan selalu takut untuk melakukan penyelewengan yang akan membawanya pada azab neraka.</p>
<p><strong>Wahai kaum Muslim:</strong></p>
<p>Semua langkah dan cara di atas memang hanya mungkin diterapkan dalam sistem Islam, mustahil bisa dilaksanakan dalam sistem sekular yang bobrok ini. Karena itu, perjuangan untuk menegakkan sistem Islam dalam wujud tegaknya syariah Islam secara total dalam negara (yakni Khilafah Islam) tidak boleh berhenti. Selain karena ia merupakan kewajiban dari Allah SWT atas umat Islam, juga karena hanya syariah Islamlah—yang diterapkan dalam institusi Khilafah—yang menjadi sumber kemaslahatan dan rahmat bagi kaum Muslim, bahkan bagi umat manusia seluruhnya. Allah SWT berfirman:</p>
<blockquote><p>[وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ]</p>
<p><em>Tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam</em> <strong>(QS al-Anbiya’ ]21]: 107).</strong></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/intansafitria.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/intansafitria.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/intansafitria.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/intansafitria.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/intansafitria.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/intansafitria.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/intansafitria.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/intansafitria.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/intansafitria.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/intansafitria.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/intansafitria.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/intansafitria.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/intansafitria.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/intansafitria.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=intansafitria.wordpress.com&amp;blog=8126917&amp;post=146&amp;subd=intansafitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/17/cara-islam-membabat-mafia-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a58ec25b6d4ddd2c36e1ba290d41b454?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safitriaintan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
